banner 728x250

Fraksi DPRD Sindir Pemkab, Dana APBD Habis, Tapi Jalan dan Puskesmas Masih Kumuh!

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Program pembangunan Lotim SMART yang digaungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi, dinilai belum menunjukkan hasil yang maksimal. Kritik ini mengemuka dalam rapat paripurna Pertanggungjawaban APBD 2024, di mana sejumlah fraksi DPRD setempat menyampaikan ketidakpuasan atas lambatnya realisasi program.

Ahyar Rosidi, juru bicara Fraksi Partai Perindo, menyoroti kondisi jalan-jalan di Lombok Timur yang masih banyak berlubang dan rusak parah. Menurutnya, hal ini sangat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama di daerah pelosok. Ia mendesak Pemkab segera melakukan perbaikan serius agar akses transportasi menjadi lebih lancar.

banner 325x300

“Jalan yang rusak bukan hanya masalah kenyamanan, tapi juga menghambat distribusi barang dan jasa. Ini harus jadi prioritas,” tegas Ahyar.

Persoalan lain yang mencuat adalah kualitas pelayanan kesehatan. Fraksi Perindo menilai, baik puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) belum memberikan pelayanan yang memuaskan. Keluhan masyarakat kerap muncul, mulai dari antrean panjang hingga kurangnya tenaga medis.

“Pelayanan kesehatan harus diperbaiki. Jangan sampai warga kesulitan berobat hanya karena prosedur yang berbelit-belit,” ujar Ahyar.

Fraksi PAN juga mengkritik kebijakan pelayanan kesehatan gratis dengan hanya menunjukkan KTP bagi warga non-BPJS. Menurut Saprudin, juru bicara fraksi, kebijakan ini tidak berjalan sesuai harapan.

“Di lapangan, banyak warga yang masih dipersulit. Ini harus dievaluasi,” tegasnya.

Sektor pendidikan juga menjadi sorotan. Fraksi Perindo menyatakan, masih terjadi kesenjangan antara sekolah di kota dan daerah terpencil. Sarana dan prasarana pendidikan di pelosok dinilai kurang memadai, sementara kualitas guru perlu ditingkatkan.

“Pendidikan harus merata. Jangan sampai anak-anak di desa tertinggal hanya karena fasilitas yang kurang,” kata Ahyar.

Di sektor ekonomi, masalah klasik seperti kelangkaan pupuk kembali terjadi. Saprudin dari Fraksi PAN menyebut, petani kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam, terutama tembakau.

“Setiap musim tanam, pupuk selalu langka. Ini merugikan petani,” keluhnya.

Menanggapi kritik tersebut, Wakil Bupati Lombok Timur, Moh Edwin Hadiwijaya, mengakui masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Ia menyebut sebagian program sudah berjalan, sementara lainnya masih dalam tahap persiapan.

“Kami apresiasi masukan dari DPRD. Ini akan jadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Warga Lombok Timur kini menunggu bukti nyata. Apakah janji pembangunan Lotim SMART benar-benar akan terwujud, atau hanya menjadi slogan semata? Harapan masyarakat masih bergantung pada tindakan nyata Pemkab dalam waktu dekat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *