banner 728x250

Petani Tembakau Hadapi Musim Hujan, Tanaman Rusak Tanpa Bantuan

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Musim kemarau basah tahun ini membawa dampak tak terduga bagi petani tembakau di Lombok Tengah. Curah hujan yang tinggi justru menjadi ancaman serius, menyebabkan banyak tanaman tembakau mati akibat kebanjiran. Padahal, biasanya musim kemarau menjadi masa panen yang menguntungkan. Kini, petani terancam merugi tanpa adanya skema bantuan dari pemerintah.

Tembakau bukan komoditas yang mendapat subsidi, sehingga intervensi pemerintah sangat terbatas. Meski Dinas Pertanian Lombok Tengah telah mendata kerusakan lahan, solusi konkret belum ada. Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, M Kamrin, mengakui bahwa anggaran untuk membantu petani tembakau yang gagal panen tidak tersedia. “Tidak ada anggaran siap pakai. Jika memang diperlukan intervensi, harus dibahas dan diformulasikan terlebih dahulu,” ujarnya.

banner 325x300

Salah satu harapan adalah melalui program asuransi pertanian. Namun, tembakau belum masuk dalam skema asuransi yang diakui Kementerian Pertanian. Padahal, kontribusi tembakau melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) cukup besar. “Kami sudah berulang kali mengajak pihak asuransi, tapi tetap tidak bisa dimasukkan,” tambah Kamrin.

Ironisnya, meski tembakau menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah, petaninya justru tidak mendapatkan perlindungan ketika gagal panen. Selama bertahun-tahun, tidak pernah ada bantuan khusus bagi mereka yang terdampak cuaca ekstrem.

Sementara petani berharap ada solusi cepat, pemerintah daerah masih berkutat dengan keterbatasan anggaran. Tanpa adanya perubahan kebijakan, nasib petani tembakau tetap bergantung pada cuaca—dan semakin rentan di tengah perubahan iklim yang tidak menentu.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *