banner 728x250

Warga Kota Bima Hadapi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pertamina dan Pemkot Bergerak Cepat

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Kebutuhan akan LPG 3 kilogram di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mendadak menjadi sorotan setelah masyarakat setempat melaporkan kesulitan mendapatkan tabung gas tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kelangkaan ini langsung mendapat respons serius dari Pemerintah Kota Bima, yang menggelar rapat koordinasi khusus pada Selasa (15/5) untuk mencari solusi terbaik.

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, melalui Sales Area klaster Kota Bima, turun langsung memeriksa kondisi di lapangan. Tim melakukan pengecekan ke sejumlah agen dan pangkalan LPG untuk memastikan penyebab kelangkaan yang terjadi. Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, mengonfirmasi bahwa masalah utama diduga berasal dari tingkat pengecer.

banner 325x300

“Distribusi dari Pertamina sebenarnya sudah sampai di pangkalan, tetapi ada kendala di level pengecer. Selain itu, masih ditemukan penggunaan LPG 3 kg untuk sektor pertanian dan perikanan yang seharusnya sudah beralih ke jenis lain sesuai program konversi,” jelas Ahad.

Pertamina mengapresiasi langkah cepat Pemkot Bima yang membentuk Satgas Pengendalian Distribusi LPG 3 kg. Langkah ini diharapkan bisa memastikan penyaluran gas subsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan.

Sebagai bentuk dukungan, Pertamina telah menambah pasokan LPG 3 kg untuk Kota Bima dengan ekstra dropping. Selama Juli 2024, direncanakan lebih dari 4.000 tabung akan disalurkan ke wilayah ini, sementara Kabupaten Bima mendapat jatah lebih dari 10.000 tabung.

“Kami berkomitmen memastikan stok aman dan distribusi berjalan lancar demi memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Ahad.

Dengan upaya kolaboratif ini, diharapkan kelangkaan LPG 3 kg di Kota Bima segera teratasi, dan warga bisa kembali memperoleh pasokan gas rumah tangga dengan lancar.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *