investigasiindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai menggeser fokus pembangunan dari daratan ke lautan. Tak main-main, 44 pulau kecil yang tersebar di wilayah pesisir kini dilirik sebagai tambang emas baru daerah melalui pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi pesisir.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Lotim masih memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal. Dari total 403 pulau kecil di NTB, 44 di antaranya berada di wilayah Lotim. Namun mirisnya, hanya satu pulau yang saat ini memiliki legalitas sertifikat: Gili Sunut di Kecamatan Jerowaru.
“Kami ingin menjadikan pulau-pulau kecil ini sebagai kekuatan baru PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tapi syarat pertama adalah legalitas. Maka dari itu, sertifikasi menjadi prioritas,” ujar Asisten II Setda Lotim, Ahmad Masfu, Jumat (18/7).
Langkah awalnya adalah penertiban administratif. Pemerintah daerah mulai menginventarisasi dan menyusun rencana strategis pengembangan berdasarkan karakteristik tiap pulau. Pulau dengan pesona bahari dan keindahan alam akan diarahkan menjadi destinasi wisata, sementara yang kaya SDA akan dikelola untuk sektor ekonomi lainnya.
“Pulau-pulau ini akan dikembangkan sesuai potensi aslinya. Tidak boleh seragam. Yang cocok untuk wisata akan kita dorong ke sana. Tapi yang punya potensi tambak, rumput laut, atau kelautan lain, juga akan kita kelola secara khusus,” tambah Masfu.
Sekretaris Daerah Lotim, HM Juaini Taofik menegaskan, program ini merupakan bagian dari misi besar Bupati untuk membangun kekuatan ekonomi dari wilayah pesisir. Selain mendorong PAD, targetnya juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis maritim.
“Legalitas sangat penting agar kita bisa menarik investor. Banyak yang berminat, tapi tanpa sertifikat lahan, semua tertahan. Dengan ini, peluang investasi pariwisata akan terbuka lebar,” jelasnya.
Tak sedikit dari pulau-pulau itu kini dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Namun tanpa payung hukum, potensi ini belum mampu memberi dampak besar. Pemkab berkomitmen untuk hadir, mendampingi, dan menjadikan pulau-pulau kecil sebagai aset strategis masa depan Lotim.


















