investigasiindonesia.com – Kepemimpinan baru DPW PAN NTB resmi terbentuk dengan komposisi yang tak biasa: dua kepala daerah aktif dipercaya memimpin partai di wilayah yang terbagi secara geografis dan politik. Lalu Ahmad Zaini (Bupati Lombok Barat) didapuk sebagai ketua, sementara Ady Mahyudi (Bupati Bima) ditunjuk langsung oleh DPP PAN sebagai sekretaris.
Banyak pihak sempat mengkhawatirkan akan muncul “matahari kembar” — istilah yang menggambarkan potensi tarik-menarik kekuasaan dalam tubuh partai. Namun kekhawatiran itu ditepis keras oleh para kader.
“Justru kekuatan ini membuat PAN NTB makin solid,” kata Sekretaris DPD PAN Lombok Barat, Munawir Haris, Jumat (18/7). Menurutnya, duet LAZ-Ady adalah representasi sempurna kekuatan dua pulau: Lombok dan Sumbawa.
Penunjukan Ady Mahyudi sebagai sekretaris pun disebut bukan hasil kompromi internal, melainkan mandat langsung dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. “Itu penugasan dari Ketum, jadi bukan usulan dari Pak LAZ. Artinya seluruh kader wajib patuh pada struktur,” tegas Munawir.
Menurutnya, ada pertimbangan strategis dalam penunjukan ini. LAZ dikenal sebagai tokoh kuat di Lombok, sementara Ady adalah figur dominan di Sumbawa. Keduanya saling melengkapi, tidak bertabrakan.
Sementara itu, anggota DPR RI Dapil NTB II, Muazzim Akbar, optimistis PAN akan semakin besar. “PAN NTB satu-satunya partai yang ketua dan sekretarisnya adalah dua bupati aktif. Ini modal politik besar menuju 2029,” ujarnya.
Muazzim sendiri kini ditugaskan sebagai Ketua DPW PAN Bali, setelah sebelumnya menorehkan sejumlah capaian signifikan di NTB, seperti mendongkrak perolehan kursi DPR RI dan membawa PAN ke posisi empat besar di NTB.
Meski ada perubahan kepemimpinan, arah partai diyakini akan semakin kuat. Duet LAZ-Ady dinilai akan mengonsolidasikan kekuatan lokal yang tersebar dari ujung barat ke timur NTB.
“Yang penting sekarang adalah kerja bersama, bukan siapa dari mana,” tegas Munawir.


















