banner 728x250

Beras Murah Rp12.500/kg Sekarang Bisa Dibeli di Kantor Pos

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Langkah baru ditempuh Perum Bulog Wilayah NTB untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Kali ini, mereka menggandeng Kantor Pos sebagai mitra distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Gerakan ini diluncurkan serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (18/7) oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Di NTB, acara tersebut dipimpin oleh Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Musazdin Said, bersama Kepala Kantor Pos Mataram, Randi Rohmansyah.

banner 325x300

“Beras SPHP ini kami jual Rp12.500 per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp13.500. Ini upaya nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan,” jelas Musazdin Said.

Sebelumnya, distribusi beras SPHP hanya terpusat di kios-kios pangan dan pasar tradisional. Kini, Bulog NTB memperluas jaringan penjualan dengan melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk Kantor Pos dan sejumlah BUMN seperti ID Food, RNI, dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Bahkan, rencananya, distribusi juga akan merambah ke koperasi TNI.

“Kami juga membuka 16 gudang Bulog di NTB sebagai titik penjualan langsung. Tujuannya, masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan beras subsidi ini,” tambah Said.

Randi Rohmansyah, Kepala Kantor Pos Mataram, menyatakan kesiapan penuh 80 outlet Kantor Pos di NTB untuk mendistribusikan beras SPHP. Di Pulau Lombok saja, sudah ada 30 titik yang siap melayani pembelian.

“Mulai hari ini, masyarakat bisa langsung datang ke Kantor Pos terdekat dengan membawa KTP. Setiap orang bisa beli maksimal 2 karung, masing-masing 5 kg per hari,” jelas Randi.

Program ini tidak membatasi pembeli, siapa pun boleh membeli asalkan memenuhi syarat. Dengan harga tetap Rp12.500/kg, diharapkan tekanan harga beras di pasaran bisa diredam.

Sejak pagi, antrean terlihat di sejumlah Kantor Pos di Mataram. Banyak warga yang mengaku lega dengan adanya program ini.

“Selama ini susah dapat beras murah, kadang harus beli di pasar dengan harga tinggi. Sekarang tinggal ke Kantor Pos, lebih dekat dan harganya pasti,” kata Siti, salah satu warga yang mengantre.

Dengan skema ini, Bulog dan Kantor Pos berharap stok beras terjaga, harga stabil, dan masyarakat tak lagi kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Inovasi distribusi ini dinilai sebagai terobosan penting dalam menjaga ketahanan pangan di NTB.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *