banner 728x250

Investor Segera Bangun Resort Mewah Rp 2,1 Triliun di Pantai Tanjung Aan, Lahan Sudah Siap

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pantai Tanjung Aan, salah satu destinasi wisata unggulan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, segera menyambut pembangunan resort mewah dan beach club senilai Rp 2,1 triliun. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan lahan di zona timur KEK Mandalika telah bersih dan siap digunakan setelah proses penertiban rampung.

Proyek ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Selain memperkuat infrastruktur, investasi ini diharapkan menciptakan lapangan kerja, mendukung UMKM lokal, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah.

banner 325x300

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menyatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan proses pengosongan lahan dan segera berkoordinasi dengan Forkopimda Lombok Tengah. Langkah selanjutnya adalah mendorong investor untuk segera memulai pembangunan.

“Kami akan segera bertemu dengan investor. Lahannya sudah siap, tinggal menunggu groundbreaking yang diharapkan bisa dilakukan bulan depan,” ujar Troy.

Resort yang akan dibangun dipastikan berbintang lima dengan kualitas lebih baik dari hotel-hotel yang sudah ada di Mandalika, seperti Pullman. Selain resort, investor juga akan membangun beach club yang menambah daya tarik Tanjung Aan sebagai destinasi wisata premium.

ITDC menyadari bahwa penertiban lahan berdampak pada warga yang sebelumnya berjualan di area tersebut. Untuk memitigasi hal ini, ITDC menyiapkan area legal bagi pelaku UMKM di Amenity Core, lokasi strategis dekat jalur utama wisatawan.

“Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal tetap memiliki ruang berjualan yang representatif dan sesuai aturan tata ruang,” jelas Troy.

Proses penertiban dilakukan secara bertahap dengan pendekatan humanis dan tetap mengedepankan hukum. ITDC menegaskan bahwa seluruh proses telah melibatkan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Munculnya isu kerusakan ekosistem mangrove di Tanjung Aan dibantah tegas oleh ITDC. Berdasarkan verifikasi lapangan, area mangrove yang dimaksud tidak berada di zona pembangunan melainkan di kawasan konservasi menuju Gerupuk.

“Kami berkomitmen penuh pada pembangunan berkelanjutan. Zona konservasi justru dikembangkan sebagai taman tematik berbasis edukasi lingkungan,” kata Agus Setiawan, PGS General Manager The Mandalika.

ITDC menegaskan bahwa seluruh pembangunan di KEK Mandalika mengikuti aturan AMDAL dan prinsip mitigasi dampak lingkungan. Dengan langkah ini, mereka berharap Mandalika bisa menjadi contoh pengembangan pariwisata yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pariwisata Lombok, tetapi juga membuka lapangan kerja dan peluang bisnis bagi masyarakat setempat. Kehadiran resort mewah dan beach club di Tanjung Aan akan memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata premium di Indonesia.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *