banner 728x250

Dari Balik Jeruji ke Ladang Harapan, Warga Binaan Loteng Belajar Mandiri Lewat Bertani

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Di balik kawat berduri dan hamparan sawah seluas tiga hektare, puluhan warga binaan di Lapas Terbuka Kelas IIB Lombok Tengah menemukan kembali harapan. Bukan hanya menjalani sisa hukuman, mereka kini menanam padi dan jagung sebagai bekal hidup saat kembali ke tengah masyarakat.

Program ini bukan sekadar tentang hasil panen belasan ton, melainkan soal membangun kembali dignitas dan keterampilan hidup. “Kami tidak fokus pada hasil pertaniannya, tapi pada pembinaan menjelang mereka bebas,” tegas Kepala Kantor Wilayah Dirjenpas NTB, A. Agung Gde Krisna, Rabu (23/7).

banner 325x300

Sebanyak 19 warga binaan yang kini mendekati akhir masa pidana, aktif belajar bercocok tanam bersama masyarakat dan lembaga lain seperti BLK, TNI, Polri, dan swasta. “Masyarakat kita libatkan langsung, agar mereka juga merasa diterima kembali nantinya,” tambahnya.

Tak hanya belajar, para warga binaan juga mendapat insentif dari hasil panen yang dibeli rekanan lapas. Hasil itu kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi dalam lapas. “Ada premi dan tabungan yang bisa mereka gunakan setelah keluar. Jadi ketika bebas, mereka tak mulai dari nol,” jelas Krisna.

Kepala Lapas Terbuka Loteng, Surbakti, yang baru sebulan bertugas di Lombok, mengaku awalnya sempat ‘culture shock’. “Dari Medan dengan tembok tinggi, sekarang hanya ada kawat berduri dan sawah. Tapi saya lihat ini lingkungan yang justru sehat dan manusiawi,” ungkapnya.

Ia pun berkomitmen melanjutkan dan mengembangkan program yang berjalan. Salah satunya, menghidupkan kembali kolam renang yang akan disulap menjadi kolam ikan untuk dikelola warga binaan.

“Ini bukan sekadar lapas. Ini ladang pemulihan kehidupan,” pungkasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *