banner 728x250

NTB Bukan Lagi Gudang Bahan Baku, Miq Iqbal Siapkan Daerah Jadi Pusat Produksi Asia Pasifik

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengusung visi baru untuk provinsinya: tidak lagi sekadar menjadi lumbung bahan mentah, tapi berubah menjadi pusat industri pengolahan berorientasi ekspor. Dengan pendekatan strategis yang melampaui dukungan administratif biasa, Iqbal menempatkan ekspor sebagai pintu gerbang bagi investasi dan transformasi industri di NTB.

“Kalau ada pasar besar di luar negeri, kenapa tidak kita undang mereka berinvestasi langsung di sini? Bawa teknologinya, bawa pengetahuannya,” tegas Iqbal dalam pernyataan resminya, Rabu (23/7).

banner 325x300

Langkah ini menandai pergeseran paradigma ekonomi NTB. Tidak lagi hanya mengekspor hasil bumi seperti vanili dan kemiri, NTB mulai dilirik sebagai lokasi strategis untuk basis produksi regional. Apalagi, sejumlah buyer dari Amerika Serikat—yang juga produsen bersertifikasi FDA—sudah beberapa kali melakukan pemesanan vanili NTB secara berulang (repeated order).

Iqbal menekankan pentingnya membangun ekosistem industri berbasis teknologi di NTB. Menurutnya, para buyer-produsen dari luar negeri harus mulai didorong untuk tidak hanya membeli, tetapi juga membangun fasilitas produksi di NTB. Dengan demikian, transfer teknologi dan penyerapan pengetahuan pun terjadi.

“Ini bukan hanya soal kirim barang. Kalau mereka investasi di sini, NTB bisa jadi hub produksi untuk ekspor ke Asia Pasifik. Kita punya perjanjian perdagangan bebas dengan Cina, Jepang, Korea, itu modal besar,” imbuhnya.

Vanili dan kemiri dari NTB kini menjadi andalan baru. Kedua komoditas ini berhasil menembus pasar ketat seperti Amerika Serikat dan Jepang. Lebih menarik lagi, pembeli dari AS disebut bukan hanya trader, melainkan produsen berteknologi tinggi.

Produk yang sudah lolos sertifikasi FDA membuka jalan lebar bagi peningkatan nilai tambah. Iqbal melihat ini sebagai peluang strategis untuk mendatangkan investasi teknologi dan menciptakan pusat produksi di dalam negeri.

Iqbal, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki, membawa perspektif global dalam membangun ekonomi daerah. Ia menegaskan, NTB harus keluar dari ketergantungan pada komoditas mentah.

“Kita harus bangun masa depan yang tidak hanya mengandalkan hasil bumi, tetapi juga mengundang teknologi dan ilmu pengetahuan masuk. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi NTB bisa lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *