investigasiindonesia.com – Siapa sangka, di balik suasana tenang Dusun Montong Buwuh, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, tersimpan aktivitas gelap yang nyaris tak terendus. Seorang pria berinisial HT alias H (34) dibekuk Satresnarkoba Polres Lombok Barat saat hendak melakukan transaksi narkoba di pinggir jalan. Penangkapan ini tak hanya menggagalkan satu transaksi, tapi juga membuka tabir kecil tentang jaringan sabu kampung yang mulai merambah ke kawasan wisata ini.
Kasat Resnarkoba Polres Lombok Barat, AKP I Nyoman Diana Mahardika, menyebut penangkapan berawal dari laporan warga yang curiga dengan lalu-lalang mencurigakan di lokasi tersebut. “Kami terima laporan masyarakat bahwa di lokasi itu sering terjadi transaksi. Tim langsung lakukan pengintaian,” ujar Mahardika.
Pada Senin malam (7/7), sekitar pukul 21.00 WITA, tim opsnal yang sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, akhirnya berhasil menangkap HT di lokasi. Dari tangan pelaku, ditemukan satu bungkus rokok berisi dua klip plastik transparan berisi sabu dengan berat total bruto 2,348 gram (netto 1,781 gram). Selain itu, satu unit handphone juga turut diamankan sebagai alat komunikasi transaksi.
HT mengaku hanya sebagai perantara namun pengakuan ini membuka nama baru: MB alias B, yang juga berdomisili di Dusun Melase, Batulayar Barat. HT mengaku membeli dua klip sabu dari MB seharga Rp2,2 juta. Polisi menduga ada jaringan kecil antar kampung yang tengah berkembang di wilayah itu.
Hasil tes urine HT juga menunjukkan ia positif menggunakan sabu, memperkuat dugaan bahwa pelaku tak hanya pengedar, tetapi juga pengguna aktif.
“Modusnya sederhana, tapi inilah yang justru membuatnya sulit dideteksi. Transaksi dilakukan di jalan kampung, barang diselipkan dalam bungkus rokok. Kalau bukan karena informasi warga, bisa jadi ini terus berlanjut,” tegas Mahardika.
Kini HT dijerat pasal berlapis, termasuk Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal bisa mencapai hukuman seumur hidup.
Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk memburu MB yang diduga sebagai pemasok utama barang haram tersebut.


















