investigasiindonesia.com – Di balik gegap gempita Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025, ada denyut ekonomi yang berdegup lebih kencang dari biasanya. Tak hanya menjadi panggung olahraga rekreasi, Fornas VIII terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi lokal mulai dari hotel berbintang hingga lapak kaki lima.
Salah satu yang ikut menikmati ‘durian runtuh’ dari hajatan nasional ini adalah Hotel Golden Palace Mataram. General Manager-nya, Reza Pahlevi, tak menampik bahwa Fornas menjadi momen emas. “Baru tadi malam hotel kami full. Tingkat okupansi naik hingga 30 persen dibanding hari biasa. Ini luar biasa,” ujarnya, Senin (28/7).
Namun tak hanya pengusaha besar yang mendapat berkah. Di sisi lain arena Fornas VIII, seorang pedagang kecil bernama Inaq Masniah juga tersenyum lebar. Setiap hari, jajanan tradisional NTB yang ia jajakan terutama serabi laris diburu pengunjung dan peserta.
“Alhamdulillah, bisa dapat hampir Rp 1 juta sehari. Biasanya tak sampai segitu,” ucap Inaq, yang sehari-hari berdagang di sekitar Taman Sangkareang.
Fornas VIII sukses menjadi perayaan kolaboratif: antara semangat olahraga dan geliat ekonomi rakyat. Gelaran ini menjadi bukti bahwa event nasional tak harus hanya berpusat di arena pertandingan, tetapi juga bisa menjadi panggung penghidupan bagi banyak orang.
Baik Reza maupun Inaq berharap pemerintah tak berhenti sampai di sini. “Event seperti ini sebaiknya rutin digelar di NTB. Kami sangat terbantu,” pungkas mereka.


















