investigasiindonesia.com – Langit baru terbuka bagi generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 210 Pekerja Migran Indonesia (PMI) diberangkatkan ke Malaysia Barat dalam gelombang perdana penempatan kerja internasional tanpa pungutan biaya, Selasa (29/7/2025). Bukan sekadar pengiriman tenaga kerja, momen ini menjadi simbol ekspor harapan dan transformasi sosial NTB di kancah global.
Dilepas langsung oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, program ini adalah wujud nyata dari visi pemberdayaan SDM NTB melalui kerja sama internasional yang bermartabat dan berkeadilan. “Ini bukan sekadar bekerja di luar negeri. Ini adalah awal dari perubahan hidup, dari harapan yang dibawa dari rumah, untuk masa depan yang lebih cerah,” kata Gubernur Iqbal dalam sambutannya yang penuh semangat.
Tak hanya dari sisi jumlah yang akan mencapai 3.000 orang sepanjang tahun 2025 penempatan ini juga menandai revolusi dalam perlindungan tenaga kerja. Skema “zero cost” diterapkan secara penuh. Semua biaya seleksi, pelatihan, keberangkatan, hingga akomodasi di Malaysia ditanggung oleh perusahaan pengguna tenaga kerja, SD Gutheri Malaysia, sebagai mitra kerja sama.
Langkah ini mengakhiri praktik pungli dan jerat utang yang kerap membayangi calon PMI. “Kalau ada perusahaan yang coba-coba pungut biaya dari calon pekerja, kami tidak akan segan bertindak tegas,” tegas Gubernur Iqbal, memperingatkan enam perusahaan penyalur resmi yang terlibat dalam program ini, termasuk PT Sudinar dan PT Cahaya Lombok.
Dirjen Penempatan PMI Kementerian Ketenagakerjaan RI dan sejumlah pejabat pusat turut hadir menyaksikan pelepasan ini sebuah sinyal kuat bahwa transformasi tata kelola penempatan PMI sedang terjadi dari NTB.
Dengan wajah-wajah muda yang membawa semangat baru, NTB kini tak sekadar mengirim pekerja ke luar negeri, tetapi juga mengirimkan duta-duta perubahan, simbol keberanian, dan kebangkitan ekonomi rakyat.


















