investigasiindonesia.com – PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) NTB Syariah tengah berada di fase penting dalam sejarah transformasi kelembagaannya. Di tengah tantangan dinamika industri keuangan syariah, perusahaan milik daerah ini kini bergerak cepat merapikan barisan internal menyusul kekosongan lima jabatan strategis: satu direktur, dua komisaris, dan dua dewan pengawas.
Langkah ini bukan sekadar pengisian formasi kosong, melainkan bagian dari strategi menyeluruh untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan mendorong akselerasi bisnis ke depan.
“Ini momentum pembenahan menyeluruh. Penataan ulang struktur adalah prasyarat penting untuk menjaga kesehatan perusahaan sekaligus menjawab tuntutan zaman,” ujar Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati, Selasa (30/7).
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terakhir, pemegang saham telah mengamanatkan percepatan rekrutmen untuk posisi strategis tersebut. Panitia seleksi (pansel) telah dibentuk dan kini tengah menanti finalisasi di level Sekda Provinsi NTB.
Proses ini dirancang terbuka dan profesional. “Targetnya, September nanti nama-nama yang lolos seleksi sudah diajukan ke OJK untuk proses fit and proper test,” ungkap Taufik.
Meskipun tengah mengalami kekosongan jabatan, Jamkrida NTB Syariah tetap menunjukkan stabilitas operasional. Perusahaan mengklaim tetap tumbuh sehat dan optimistis terhadap capaian target bisnis tahun ini.
Lebih dari sekadar manuver administratif, langkah ini juga selaras dengan upaya menyambut inisiatif percepatan program pembiayaan produktif dari Bank NTB Syariah.
“Sinergi ini akan kuat kalau pondasi internal kami kokoh. Maka penguatan struktur organisasi menjadi gerbang awal yang krusial,” tegas Taufik.
Di tengah geliat ekonomi syariah nasional, Jamkrida NTB Syariah tampaknya tak ingin sekadar ikut arus. Mereka ingin jadi pionir daerah yang mampu membuktikan bahwa tata kelola modern adalah kunci utama bagi lembaga keuangan milik daerah untuk unjuk gigi secara nasional.


















