investigasiindonesia.com – Di tengah isu miring soal pengisian jabatan kepala sekolah di Kota Mataram, Dinas Pendidikan (Disdik) angkat suara. Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf, menepis tudingan tak sedap terkait proses seleksi kepala sekolah SD dan SMP yang disebut-sebut tidak transparan.
“Jangan dihiraukan. Saya menganut asas transparansi,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Rabu (30/7). Ia menegaskan bahwa setiap tahapan seleksi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan tidak ada ruang bagi praktik titipan.
Saat ini, sejumlah jabatan kepala sekolah di Kota Mataram masih kosong dan sedang dalam proses pengisian. Yusuf menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga integritas dan tidak akan mengambil risiko dengan menunjuk orang yang tidak memiliki kompetensi.
“Tidak mungkin saya mengangkat yang tidak memenuhi syarat. Pasti yang kompeten,” tegas Yusuf, yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Mataram.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga marwah dunia pendidikan dengan memastikan jabatan strategis seperti kepala sekolah diisi oleh sosok yang benar-benar mampu dan layak.
“Jabatan kepala sekolah bukan tempat coba-coba, apalagi untuk balas jasa. Kita butuh pemimpin sekolah yang mampu membawa perubahan dan menjaga mutu pendidikan,” tutupnya.


















