investigasiindonesia.com – Di tengah banyaknya kisah distribusi bantuan yang kerap bermasalah di berbagai daerah, Pemerintah Kota Mataram justru menorehkan catatan positif. Penyaluran Bantuan Pangan Beras (BPB) melalui program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) telah rampung 100 persen, bahkan sebelum tenggat akhir 31 Juli 2025.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Lalu Johari, menyampaikan bahwa sebanyak 623,34 ton beras berhasil disalurkan kepada 31.167 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) yang tersebar di seluruh kelurahan.
“Alhamdulillah, pendistribusian bantuan pangan beras (BPB) di Mataram selesai sesuai target yang ditetapkan, bahkan lebih awal dari batas waktu,” ungkap Johari, Minggu (3/8/2025).
Lebih dari sekadar capaian angka, keberhasilan ini menjadi refleksi sistem distribusi yang tertib, transparan, dan responsif, di tengah tekanan inflasi pangan dan cuaca ekstrem yang mempengaruhi ketersediaan bahan pokok.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan lokal, sekaligus menjaga stabilitas sosial, terutama di kawasan padat penduduk yang rentan terdampak krisis pangan musiman.
Menurut Johari, koordinasi lintas sektor dan kesiapan logistik di lapangan menjadi kunci sukses pendistribusian. Tidak ditemukan laporan keterlambatan, tumpang tindih data penerima, maupun kendala teknis selama penyaluran.
Warga pun menyambut positif distribusi yang tepat waktu ini. “Biasanya bantuan datang terlambat atau tidak sesuai data. Kali ini kami terima tepat waktu dan sesuai nama,” ujar Nurhayati, warga Pagesangan.
Keberhasilan Mataram ini menjadi model distribusi bantuan pangan yang presisi, amanah, dan tepat sasaran, di tengah tantangan distribusi logistik di wilayah perkotaan.


















