investigasiindonesia.com – Narasi tentang Nusa Tenggara Barat (NTB) tak lagi identik dengan komoditas tambang. Kini, provinsi ini mulai menancapkan jejaknya di pasar internasional lewat produk-produk non tambang seperti vanili, kemiri, home decor, dan furniture lokal.
Dalam momen Kick Off NTB Investments Challenge dan pelepasan ekspor produk lokal, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menunjukkan transformasi arah ekonomi NTB yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Kita tidak hanya mengekspor barang, tetapi juga cita rasa dan kearifan lokal NTB,” ujarnya optimis, dalam seremoni pelepasan ekspor ke sejumlah negara tujuan seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Spanyol.
Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya hilirisasi produk, terutama vanili. Menurutnya, NTB tidak boleh puas hanya dengan mengekspor bahan mentah. “Jika importir dari Amerika berani invest di sini, kita harus sambut. Bayangkan jika kita ekspor vanili dalam bentuk produk olahan—nilainya akan berlipat ganda,” tegasnya.
Selain itu, dia mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia dan pemerintah kabupaten/kota, untuk mendorong investasi dan menciptakan iklim usaha yang nyaman bagi pelaku industri lokal maupun asing.
Langkah ekspor ini tidak hanya menjadi selebrasi sesaat, melainkan simbol perubahan wajah ekonomi NTB dari tambang ke diversifikasi yang memberdayakan petani, pengrajin, dan UMKM.
“Dengan hilirisasi dan ekspansi ekspor produk kreatif dan pertanian, NTB bukan hanya makmur, tapi juga mendunia,” tandas Gubernur Iqbal.


















