investigasiindonesia.com – Perayaan hari jadi ke-75 Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, tak hanya menandai bertambahnya usia desa, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat gotong royong masyarakat. Pembangunan kantor desa yang megah berdiri berkat kombinasi dana desa, dukungan pemerintah, bantuan pihak ketiga, hingga swadaya warga.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, yang hadir dalam acara tersebut menyebut Jagaraga sebagai desa yang layak menjadi percontohan. Bukan hanya karena fasilitas layanan terpadu yang sudah berjalan, tetapi juga karena kekompakan masyarakat dalam membangun desa.
“Kalau desa memiliki data terpadu, layanan jelas, serta keterlibatan masyarakat seperti di Jagaraga, saya kira ini bisa dijadikan role model bagi desa lain,” ujar bupati.
Kepala Desa Jagaraga, Muhammad Hasyim, menuturkan pembangunan kantor desa senilai Rp500 juta itu rampung dalam waktu kurang dari setahun. Dana pembangunan bersumber dari APBD, dana desa sesuai regulasi, bagi hasil pajak, bantuan donatur, hingga gotong royong warga.
“Ini bukan sekadar kantor, tapi bukti nyata kalau masyarakat Jagaraga punya komitmen untuk maju bersama,” ungkap Hasyim.
Perayaan hari jadi desa kali ini juga dirangkaikan dengan “Gawe Beleq”, tradisi besar masyarakat setempat. Tak hanya hiburan, kegiatan ini disemarakkan dengan aksi sosial berupa pembagian bantuan pangan bergizi untuk balita stunting, sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Camat Kuripan, Iskandar, menilai inovasi Desa Jagaraga tak sebatas pembangunan fisik. Sistem pelayanan berbasis finger print untuk perangkat desa hingga layanan terpadu satu pintu kini sudah berjalan. “Jagaraga adalah salah satu desa mandiri yang bisa jadi contoh disiplin dan inovasi dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Semangat kebersamaan, inovasi, dan pelayanan yang terintegrasi inilah yang kemudian menjadikan Desa Jagaraga bukan hanya sekadar merayakan ulang tahun, melainkan juga meneguhkan identitasnya sebagai desa percontohan di Lombok Barat.


















