investigasiindonesia.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB tengah menunggu kepastian daftar atlet dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga (cabor) untuk PON Beladiri 2025. Menurut Kabid Binpres KONI NTB, Hari Gunawan, sosialisasi terkait PON Beladiri telah dilakukan, dan KONI telah meminta cabor menyerahkan daftar atlet secepatnya.
NTB akan mengirimkan delegasi di delapan cabor, yakni gulat, judo, karate, pencak silat, kempo, taekwondo, tarung derajat, dan wushu. Dua cabor lainnya, jujitsu dan sambo, dipastikan absen karena alasan administratif dan kepengurusan.
Beberapa cabor sudah melaksanakan seleksi internal, termasuk kempo dan tarung derajat. Sementara cabor lain masih dalam proses menentukan mekanisme pemilihan atlet. “Setelah menerima usulan dari cabor, KONI akan melakukan verifikasi sebelum mendaftarkan atlet resmi ke PON,” ujar Hari.
Dari delapan cabor yang diikuti NTB, wushu menjadi perhatian utama karena mempertandingkan nomor terbanyak, yakni 20 nomor putra dan 17 nomor putri. Disusul kempo (12 putra, 12 putri), taekwondo (11 putra, 11 putri), dan tarung derajat (12 putra, 8 putri). Cabor lain seperti gulat, pencak silat, judo, dan karate juga menyiapkan strategi agar atlet NTB dapat bersaing maksimal.
PON Beladiri 2025 akan digelar di Kudus, Jawa Tengah, pada 11-26 Oktober, hasil kerja sama KONI Pusat dan Djarum Foundation. Taekwondo menjadi cabor pembuka pada 12-14 Oktober, diikuti judo (12-15 Oktober), gulat (13-15 Oktober), tarung derajat (13-16 Oktober), pencak silat (17-21 Oktober), kempo (18-21 Oktober), karate (23-25 Oktober), dan ditutup dengan wushu (24-26 Oktober).
NTB menaruh harapan besar pada cabor wushu dan kempo sebagai tumpuan meraih prestasi di ajang nasional ini. “Kita ingin atlet NTB tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik,” tutup Hari Gunawan.


















