investigasiindonesia.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Nusa Tenggara Barat (NTB). Dapid Hermar (17), pelajar kelas XII SMAN 2 Mataram asal Tanak Song, Desa Jenggala, Kabupaten Lombok Utara, sukses meraih medali perunggu dalam ajang 3rd Indonesia Open Pencak Silat Championship 2025 di Sumatera Utara.
Kejuaraan bergengsi yang diikuti lebih dari 70 negara ini mempertemukan Dapid dengan para atlet senior, termasuk peraih medali SEA Games. Meski baru pertama kali turun di kelas tanding dewasa 50 kilogram, Dapid mampu bersaing hingga merebut podium.
“Syukur bisa membawa pulang medali perunggu. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Dapid, Sabtu (13/9).
Namun di balik prestasi itu, ada cerita lain. Hingga kini, belum ada apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. “Sudah kakak saya yang sampaikan ke pihak pemda dan KONI, tapi belum ada tanggapan,” ungkapnya.
Padahal, Dapid bukan baru sekali mengharumkan nama daerah. Ia pernah meraih emas Kejurnas Kalimantan Selatan, perak Pra-Popnas Kendari, dan perunggu Kejurnas Palu. Semua itu hasil konsistensinya sejak bergabung dengan Perguruan Bakti Negara saat duduk di bangku SMP, hingga akhirnya terpilih masuk Asrama Atlet NTB Sportnas.
Pembina perguruan, I Wayan Kembar Sudiardana, menyebut pencak silat kini menjadi cabang olahraga unggulan kedua di Lombok Utara. Ia menegaskan, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar atlet potensial seperti Dapid bisa berkembang. “Prestasinya konsisten. Ini modal besar untuk Lombok Utara. Jangan sampai bakat anak daerah justru terabaikan,” tegasnya.
Usai tampil di ajang internasional, Dapid kini tengah fokus mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta, September mendatang. Ia akan turun di kelas B (45–57 kilogram) dengan target meraih hasil terbaik.
Prestasi yang lahir dari keringat dan kerja keras atlet muda seperti Dapid seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar lebih peduli. Tanpa dukungan yang memadai, bukan tidak mungkin talenta potensial ini akan redup di tengah jalan.


















