investigasiindonesia.com – Suhu politik birokrasi di Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram makin hangat. Jelang mutasi pejabat, suasana penuh tanda tanya menyelimuti para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menanti keputusan Wali Kota Mataram soal posisi baru mereka.
Ada yang harap-harap cemas, ada pula yang memilih pasrah. Salah satunya, Hj Baiq Nelly Kusumawati, Inspektur Inspektorat Kota Mataram sekaligus kakak kandung Gubernur NTB, H Lalu Muhammad Iqbal.
“Gak apa-apa, (mutasi) hal yang biasa. Kita mau ditempatkan di mana saja,” ujar Nelly kepada wartawan, Minggu (21/9).
Nama Nelly kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena posisinya saat ini, tapi juga rekam jejaknya mengikuti sejumlah seleksi jabatan. Sebelumnya, ia ikut seleksi Jabatan Tinggi Pratama (JPT) di Pemprov NTB untuk posisi Inspektur Inspektorat Provinsi NTB. Meski disebut meraih hasil tes tertinggi dari dua kandidat lainnya, keputusan Gubernur NTB tak jatuh padanya.
Tak berhenti di situ, Nelly kemudian mengikuti uji kompetensi di Pemkot Mataram. Uniknya, ia menjalani uji kompetensi seorang diri setelah Pemkot mendapatkan izin dari Inspektorat Jenderal Kemendagri.
Pengamat menilai, dinamika mutasi kali ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi juga mencerminkan tensi politik birokrasi yang tinggi. Posisi strategis seperti Inspektorat kerap menjadi sorotan karena menyangkut fungsi pengawasan dan integritas tata kelola pemerintahan.
Bagi sebagian pejabat, keputusan mutasi ibarat undangan tak terduga: bisa naik, bisa bertahan, atau justru digeser. Namun, sikap legowo seperti yang ditunjukkan Baiq Nelly memberi pesan penting bahwa birokrasi semestinya tetap berjalan profesional, di atas kepentingan individu maupun keluarga politik.


















