investigasiindonesia.com – Peringatan World Peace Day (Hari Perdamaian Internasional) 2025 di Nusa Tenggara Barat tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya menjelang hajatan internasional MotoGP Mandalika.
Mengusung tema “Saling Jaga, Saling Menguatkan”, kegiatan yang digelar di Atrium Teras Udayana, Ahad (21/9), mempertemukan berbagai elemen: dari aparat kepolisian, komunitas perdamaian, hingga masyarakat umum. Sinergi ini menjadi simbol bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan juga gerakan sosial kolektif.
Kasubdit IV Ditintelkam Polda NTB, AKBP M. Yunus Junaidi, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa momentum Hari Perdamaian menjadi pintu masuk memperkuat harmoni sosial. “Perdamaian adalah fondasi keamanan. Tanpa itu, mustahil sebuah agenda besar seperti MotoGP berjalan sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Duta Damai NTB, Panji Alfian Dinata, menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam membangun kesadaran damai. Ia menyebut bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci mencegah potensi konflik sekaligus memperkuat citra NTB sebagai daerah ramah dan aman bagi dunia.
Rangkaian acara dimulai dengan senam bersama sebagai simbol energi positif dan kebersamaan, lalu dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen damai bertajuk “Mari Tuliskan Harapan Damai Kita Untuk NTB Tercinta”. Tindakan sederhana ini merepresentasikan langkah nyata kolaborasi antara Polda NTB dan Duta Damai dalam menjaga ketentraman sosial.
Dengan menghadirkan sekitar 150 peserta dari lintas kalangan, kegiatan ini menegaskan bahwa perdamaian bukan jargon semata, melainkan modal sosial yang strategis untuk membangun kepercayaan publik, menjaga kondusifitas, dan memproyeksikan NTB sebagai tuan rumah yang siap menyambut dunia.


















