Tanjungtv.com – Tragedi kematian mahasiswi Universitas Mataram, Ni Made Vaniradya Puspa Nitra alias Vira (19), di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, akhir Agustus lalu, tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga bayangan panjang terhadap citra pariwisata setempat.
Sejak kasus itu mencuat dan menetapkan Radiet Adiansyah alias Radit (20) sebagai tersangka, kunjungan wisatawan ke Pantai Nipah mengalami penurunan drastis. Pantai yang biasanya ramai dengan wisatawan domestik maupun mancanegara, kini terlihat lengang karena kekhawatiran publik yang sempat terjebak pada isu kriminalitas.
Kepala Dusun Nipah Timur, Imam Efendi, menegaskan bahwa masyarakat setempat tidak terlibat dalam kasus tersebut. “Alhamdulillah, pelaku sudah ditangkap. Tuduhan bahwa warga Nipah adalah begal itu tidak benar. Faktanya, pelaku adalah orang dekat korban sendiri,” ujar Imam, Sabtu (27/9).
Menurut Imam, rekonstruksi terbuka yang dilakukan kepolisian Kamis (25/9) membuktikan transparansi penanganan kasus. Pihaknya bahkan berencana mengambil langkah hukum terhadap akun-akun media sosial yang menyebarkan tuduhan keliru.
Lebih dari itu, warga kini justru makin kompak menjaga keamanan. “Kami akan membuat awik-awik untuk memperkuat keamanan, terutama pada malam hari. Wisatawan tidak perlu ragu untuk datang kembali,” tambah Imam.
Dukungan juga datang dari Pemda dan aparat kepolisian yang telah menambah patroli di kawasan pantai. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan bahwa Pantai Nipah tetap aman dan layak dikunjungi.
Dengan penanganan kasus yang sudah jelas, masyarakat Nipah optimistis citra pantai kebanggaan Lombok Utara itu bisa segera pulih. “Harapan kami, Pantai Nipah kembali ramai dan menjadi destinasi favorit seperti sebelumnya,” tutup Imam.


















