investigasiindonesia.com – Langkah strategis dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dalam memperkuat roda birokrasi. Sebanyak 102 pejabat struktural dan fungsional, termasuk 12 pejabat eselon II, resmi dilantik oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana dalam upaya menciptakan birokrasi yang adaptif, efektif, dan berorientasi hasil.
Mutasi besar-besaran ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi menjadi bagian dari strategi penyegaran sistem pemerintahan agar selaras dengan tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
“Ini adalah kebutuhan organisasi. Kita ingin pejabat yang memiliki inovasi, kreativitas, serta kemampuan melahirkan program unggulan yang mempercepat misi pembangunan kota,” tegas Mohan usai pelantikan, Jumat (4/10).
Langkah tersebut juga menandai arah baru tata kelola pemerintahan Mataram yang lebih menekankan pada kinerja dan integritas pejabat publik. Beberapa jabatan strategis turut dirombak, seperti Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Perdagangan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, hingga Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).
Menurut Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, mutasi kali ini merupakan bagian dari tahapan panjang reformasi birokrasi. Ia memastikan proses berjalan dengan prinsip objektivitas dan transparansi, bahkan melibatkan Universitas Mataram dan Pemerintah Provinsi NTB dalam panitia seleksi.
“Kami ingin memastikan bahwa pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi terbaik untuk memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan,” ujarnya.
Taufik menambahkan, Pemkot Mataram juga tengah menyiapkan gelombang mutasi berikutnya untuk mengisi sekitar 10 jabatan kosong melalui seleksi terbuka. Ini menjadi momentum penting bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menunjukkan kemampuan dan integritasnya.
Langkah Wali Kota Mohan ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Mataram dalam membangun “pemerintahan yang gesit” yakni birokrasi yang tidak hanya taat aturan, tapi juga cepat menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.


















