banner 728x250

Sekotong Tengah Jadi Sorotan, Lombok Barat Fokus Kembangkan Desa Wisata Berkelanjutan

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat tengah menegaskan komitmennya dalam pengembangan desa wisata melalui Lomba Anugerah Desa Wisata (ADWI) Lombok Barat tahun ini. Tim penilai turun langsung untuk menilai potensi alam, budaya, dan kreativitas masyarakat di lapangan, sekaligus memetakan desa-desa yang siap menerima dukungan lebih lanjut.

Pada Senin (13/10), Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, menjadi titik kunjungan pertama tim penilai. Ekowisata Mangrove Desa Wisata Sekotong Tengah mendapat perhatian khusus sebagai contoh pengelolaan wisata yang menggabungkan konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat.

banner 325x300

“Proses penilaian tidak hanya menentukan juara, tapi juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun roadmap pengembangan desa wisata secara lebih tepat sasaran,” ujar Dr. Sri Susanti, salah satu tim penilai dari STP Mataram. Ia menekankan bahwa lomba ini menjadi momen penting bagi desa untuk menilai sejauh mana komitmen mereka dalam mengembangkan potensi lokal.

Penilaian ADWI tahun ini fokus pada dua aspek utama: daya tarik wisata dan pariwisata berkelanjutan, serta kelembagaan desa wisata. Meski demikian, partisipasi desa-desa masih terbilang minim. “Kami berharap program ini bisa berkelanjutan setiap tahun sehingga desa-desa memiliki indikator evaluasi yang jelas,” tambah Sri.

Selain hadiah lomba, desa wisata yang menunjukkan kinerja terbaik akan menerima pembinaan dan dukungan program pemerintah daerah, termasuk fasilitasi promosi bersama travel agent dan asosiasi pariwisata. Penghargaan khusus juga akan diberikan bagi local champion, pelaku terbaik dalam pengembangan desa wisata.

Irman Sumatri, Kepala Bidang SDM Dispar Lombok Barat, menegaskan, desa-desa yang lolos kurasi akan menjadi prioritas utama dalam pendampingan dan pengembangan. Langkah ini diharapkan mempercepat kemandirian desa wisata dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian lokal.

“Melalui kurasi dan pendampingan ini, status desa wisata tidak hanya sekadar label, tapi benar-benar menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan,” pungkas Irman.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *