investigasiindonesia.com – Pemerintah Kota Mataram bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda wilayahnya pada Juli 2025 lalu. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2 miliar untuk percepatan pemulihan pascabanjir.
Plt Kepala BPBD Kota Mataram, Akhmad Muzaki, menegaskan bahwa dana tersebut sepenuhnya bersumber dari APBD Kota Mataram tanpa dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB. “BTT ini sepenuhnya dianggarkan oleh Pemkot Mataram. Tidak ada bantuan dana dari provinsi. Fokus kami adalah percepatan penanganan dan pemulihan pascabanjir,” jelasnya kepada Radar Lombok, Rabu (15/10).
Langkah cepat ini menjadi bentuk komitmen pemerintah kota dalam memastikan warga terdampak segera mendapatkan bantuan dan fasilitas perbaikan infrastruktur. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pembersihan lingkungan, perbaikan saluran air, dan pemulihan fasilitas umum yang rusak akibat banjir.
“Pemulihan pascabanjir tidak bisa menunggu lama. Warga butuh tindakan nyata, bukan janji,” tambah Muzaki.
Pemkot Mataram juga tengah mengkaji strategi pencegahan jangka panjang untuk meminimalisir risiko banjir berulang di musim penghujan mendatang.


















