investigasiindonesia.com – Warga di kawasan padat penduduk Kota Mataram kini mulai merasakan perubahan nyata. Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mempercepat pemeliharaan Jalan Swadaya—salah satu akses vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi warga di tengah kota.
Tak hanya memperbaiki permukaan jalan, proyek ini juga menyentuh akar persoalan klasik yang kerap dikeluhkan masyarakat setiap musim hujan: genangan air.
“Pemasangan u-ditch menjadi prioritas utama agar air hujan bisa mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan genangan,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, kemarin (20/10).
Di lapangan, alat berat ekskavator terlihat sibuk membongkar beton lama. Pekerja kemudian menggali badan jalan untuk memperbaiki struktur lapisan bawah sekaligus memperbarui sistem drainase.
Proyek ini dimulai dari titik-titik yang telah ditentukan dan akan berlanjut hingga seluruh ruas rampung sesuai rencana.
Menurut Lale, pihaknya menyiapkan metode kerja yang ramah lingkungan dan tidak mengganggu aktivitas warga.
“Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar masyarakat tetap bisa beraktivitas. Kami berupaya agar pembangunan dan kehidupan warga berjalan berdampingan,” jelasnya.
Pemeliharaan Jalan Swadaya menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Mataram dalam menjaga kualitas infrastruktur di kawasan padat. Jalan ini dikenal sebagai jalur penghubung utama menuju permukiman dan pusat usaha kecil masyarakat.
Beberapa warga tampak ikut menyaksikan proses pembangunan di dekat rumah mereka. Meski harus bersabar dengan akses terbatas, banyak yang menyambut baik upaya pemerintah ini.
“Kalau hujan dulu sering banjir, sekarang sudah kelihatan diperbaiki. Mudah-mudahan cepat selesai,” ujar salah satu warga setempat.
Dinas PUPR menargetkan proyek ini selesai tepat waktu sesuai kontrak kerja. Setelah drainase rampung, tahap berikutnya adalah perataan dan pelapisan jalan dengan aspal hotmix.
“Pekerjaan ini bukan hanya soal beton dan aspal, tapi tentang menciptakan jalan yang lebih aman, nyaman, dan tahan lama untuk masyarakat,” tutup Lale.


















