investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggencarkan langkah-langkah nyata dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kali ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB menggandeng kalangan pesantren melalui kegiatan sosialisasi anti narkoba di Pondok Pesantren Al Kamal Nahdlatul Wathan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (28/10).
Kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkotika.
Bakesbangpoldagri NTB menilai, santri dan pesantren memiliki peran vital dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Pesantren adalah benteng terakhir moral bangsa. Ketika para santri memiliki pemahaman yang benar dan karakter yang kuat, maka mereka akan menjadi tameng dari pengaruh buruk, termasuk narkoba,” ujar salah satu perwakilan Bakesbangpoldagri NTB di sela kegiatan.
Melalui sosialisasi tersebut, para santri dibekali wawasan tentang bahaya narkoba serta cara mencegah penyalahgunaannya di lingkungan sekitar. Pendekatan berbasis nilai agama dan akhlak diyakini menjadi metode paling efektif dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkotika.
Selain itu, pihak pesantren juga menyambut baik langkah pemerintah tersebut. Mereka berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan agar santri mampu menjadi agen perubahan yang membawa pesan kebaikan di tengah masyarakat.
“Santri bukan hanya belajar kitab dan ilmu agama, tapi juga belajar menjaga diri dan lingkungan dari hal-hal yang merusak masa depan,” ungkap salah satu pengasuh Ponpes Al Kamal.
Dengan sinergi antara pemerintah dan pesantren, diharapkan NTB dapat melahirkan generasi muda yang bersih dari narkoba, berakhlak kuat, serta siap menjadi pelopor perubahan menuju Indonesia yang lebih sehat dan bermartabat.


















