banner 728x250

Tekan Stunting, Poltekkes Mataram Latih Kader Posyandu Taman Ayu Fokus ASI dan Perawatan Ibu Hamil

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Sebagai langkah konkret mendukung percepatan penurunan angka stunting, tim dosen Poltekkes Kemenkes Mataram melaksanakan pelatihan dan pendampingan kader Posyandu di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Juni 2025, ini berfokus pada perawatan payudara dan manajemen Air Susu Ibu (ASI) bagi ibu hamil trimester III.

Desa Taman Ayu dipilih sebagai lokasi karena masih menjadi lokus stunting. Meski kasusnya telah menurun dari 105 kasus pada 2022 menjadi 34 kasus per Agustus 2023, tantangan masih cukup besar.
“Salah satu penyebabnya adalah rendahnya pemahaman ibu hamil mengenai manajemen ASI dan masih kuatnya mitos lokal, seperti anggapan bahwa kolostrum merupakan ASI basi yang harus dibuang,” ujar Ketua Tim Pengabdian Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti, kemarin.

banner 325x300

Sebanyak 20 kader Posyandu dari delapan dusun mengikuti pelatihan yang mencakup teori dan praktik perawatan payudara, manajemen ASI, pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), serta edukasi manfaat kolostrum.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang digelar selama enam bulan, dengan dukungan Puskesmas Gerung dan Pemerintah Desa Taman Ayu.

Pelatihan dilakukan melalui metode pre-test, dua sesi pelatihan intensif, dan post-test. Setelah pelatihan, para kader ditugaskan mendampingi ibu hamil di wilayah masing-masing, mempraktikkan perawatan payudara, serta memantau keberhasilan IMD dan pemberian ASI pascapersalinan.

“Kehadiran kader diharapkan mampu mengisi kekosongan tenaga kesehatan di tingkat desa. Mereka akan menjadi garda terdepan dalam edukasi kepada ibu hamil seputar ASI,” jelas Ati Sulianty, anggota tim pengabdi.

Selain peningkatan kapasitas kader, program ini juga menghasilkan jurnal ilmiah, video dokumentasi, serta pengajuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk video edukasi yang dikembangkan.
Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan kelompok kader penyuluh mandiri di desa.

“Program ini tidak berhenti pada satu kegiatan pelatihan, tetapi membangun sistem pendampingan berkelanjutan berbasis kader lokal. Ini sejalan dengan misi pembangunan kesehatan berbasis komunitas,” tegas Mutiara Rachmawati Suseno, anggota tim lainnya.

Dengan kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi model intervensi komunitas yang efektif menekan angka stunting di Lombok Barat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *