investigasiindonesia.com – Ribuan calon penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kota Mataram dipastikan gagal menerima bantuan setelah tidak lolos proses verifikasi dan validasi (verval) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, mengungkapkan hingga akhir Oktober, progres verval telah mencapai 70–80 persen dari total 21.962 calon penerima yang tercatat dalam data awal.
“Progres verifikasi berjalan cukup baik. Dari total data itu, sekitar 70 persen sudah diverifikasi. Hasil sementaranya, sebanyak 2.689 orang dinyatakan tidak layak menerima bantuan,” jelas Samsul Adnan, Kamis (6/11).
Tidak Masuk Kriteria Ekonomi Rentan
Menurut Samsul, sebagian besar nama yang dicoret merupakan warga dengan pekerjaan tetap dan penghasilan di atas Upah Minimum Regional (UMR). Termasuk di antaranya aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta pegawai BUMN/BUMD.
“Mereka sudah memiliki penghasilan tetap, jadi otomatis tidak masuk kategori penerima BLTS,” ujarnya.
Sasaran utama program BLTS, lanjutnya, adalah masyarakat yang tercatat dalam Desil 1 hingga Desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS), atau kelompok ekonomi rentan yang juga terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
BLTS Tetap Bisa Diterima Ganda dengan Bantuan Lain
Menariknya, meskipun ada potensi tumpang tindih antara penerima BLTS dengan program bantuan sosial lain, Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan tidak perlu dilakukan penghapusan.
“Kalau ada penerima ganda, itu disebut sebagai penebalan bantuan, dan tetap diperbolehkan,” terang Samsul.
Dengan hasil sementara tersebut, jumlah penerima BLTS di Kota Mataram dipastikan berkurang dari total data awal. Dinsos menargetkan proses verval selesai dalam pekan ini agar penyaluran bisa segera dilakukan.
BLTS Disalurkan Oktober–Desember 2025
Sesuai kebijakan Kemensos, bantuan disalurkan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025. Penerima akan memperoleh uang tunai melalui dua mekanisme:
Transfer langsung melalui bank-bank Himbara bagi penerima yang memiliki rekening.
Penyaluran tunai melalui Kantor Pos, dengan sistem panggilan bagi penerima bantuan.
Dengan verifikasi ketat ini, Pemkot Mataram berharap penyaluran BLTS benar-benar tepat sasaran dan mampu membantu keluarga ekonomi rentan menghadapi tekanan ekonomi menjelang akhir tahun.


















