investigasiindonesia.com – Berbagai produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini resmi dipasarkan di NTB Mall, pusat promosi dan penjualan produk unggulan daerah milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah ini merupakan hasil kerja sama antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) NTB dan Dinas Perdagangan (Disdag) NTB sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi karya warga binaan.
Kepala UPTD BP3UD Disdag NTB sekaligus pengelola NTB Mall, Lalu Afghan Muharor, menyebut kerja sama ini menjadi langkah monumental dalam membangun model pembinaan berbasis ekonomi berkelanjutan.
“Kami menyambut baik sinergi ini karena selain memperkaya variasi produk lokal, juga memperkuat citra NTB sebagai daerah yang peduli terhadap pemberdayaan sosial,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran produk WBP akan menambah ragam produk lokal yang tampil di NTB Mall yang selama ini menjadi etalase bagi UMKM unggulan se-NTB.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas NTB, Agung Krisna, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap reintegrasi sosial warga binaan.
“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri melalui karya mereka,” kata Agung.
Melalui kolaborasi ini, produk unggulan hasil karya WBP dari seluruh Lapas dan Rutan di NTB kini memiliki saluran pemasaran yang pasti, baik secara offline maupun online.
Produk-produk tersebut meliputi kerajinan tangan cukli khas Lombok, batik tulis, batik gembok, produk olahan pangan, hingga hasil ketahanan pangan dari Lapas.
Selain pemasaran, kerja sama ini juga mencakup pendampingan peningkatan mutu produk, fasilitasi promosi melalui pameran dan kegiatan UMKM, serta dukungan digitalisasi pemasaran.
Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Lombok Barat, I Putu Ganesa Cakrawanasis, menyebut langkah ini sangat penting dalam proses pembinaan.
“Ini bukan sekadar soal penjualan, tetapi bagaimana karya warga binaan mendapat tempat di pasar dan diterima masyarakat. Ini bagian dari proses reintegrasi sosial yang nyata,” tegasnya.
Dengan adanya akses pasar resmi melalui NTB Mall, diharapkan semangat berkarya dan kemandirian ekonomi warga binaan semakin tumbuh.
“Sehingga mereka siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan berdaya saing,” tutup Ganesa.


















