banner 728x250
Berita  

Gubernur Iqbal Dorong Kemandirian Pangan Lewat Program Oplah

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mewujudkan kemandirian pangan melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara menghidupkan kembali jaringan irigasi lama dan memanfaatkan lahan tidur yang selama ini terbengkalai.

“Daripada membangun baru, lebih baik menghidupkan irigasi lama yang tinggal diperbaiki. Alhamdulillah, usulan itu langsung disetujui Bapak Presiden dan kini sudah diimplementasikan,” ujar Gubernur Iqbal saat meninjau pelaksanaan program Oplah di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (12/11).

banner 325x300

Menurutnya, revitalisasi jaringan irigasi lama menjadi solusi cepat dan efisien dibanding membangun irigasi baru yang membutuhkan waktu dan biaya besar. Banyak jaringan irigasi peninggalan masa pemerintahan Presiden Soeharto yang masih berpotensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Dengan perbaikan ringan, sistem irigasi itu kini kembali berfungsi optimal dan mampu mendukung peningkatan hasil pertanian.

Program Oplah telah memberikan dampak nyata bagi para petani di Desa Penujak. Mereka kini bisa panen hingga tiga kali setahun (IP300) berkat lancarnya aliran air dari saluran irigasi yang direvitalisasi.
“Ini musim panen terakhir. Insyaallah dalam beberapa hari ke depan kita panen. Terima kasih kepada Bapak Presiden, karena setiap permintaan yang rasional dan berbasis kebutuhan rakyat selalu langsung direspons,” kata Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu.

Ia menegaskan, peningkatan produktivitas pertanian bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kesejahteraan petani dan keberlanjutan pangan daerah. Salah satu persoalan klasik di NTB, menurutnya, adalah ketergantungan terhadap curah hujan dan kerusakan jaringan irigasi di banyak wilayah.

Melalui Oplah, pemerintah memperbaiki dan mengaktifkan kembali jaringan irigasi lama agar distribusi air pertanian lebih merata dan efisien. “Saya sudah minta Dinas Pertanian mendata semua jaringan irigasi yang belum tersentuh perbaikan agar bisa diusulkan pada tahap berikutnya,” tegasnya.

Tahun 2025, NTB mendapat alokasi program Oplah seluas 10.000 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten. Pemerintah menargetkan seluruh jaringan irigasi di NTB dapat berfungsi optimal dalam empat tahun ke depan.

Lebih dari sekadar proyek pertanian, Gubernur Iqbal menyebut Oplah sebagai gerakan menuju kemandirian pangan. Dengan memanfaatkan lahan tidur, memperbaiki jaringan air, dan memperkuat kolaborasi antarpetani, NTB diyakini bisa menjadi daerah yang mandiri secara pangan dan ekonomi.

“Kalau program ini terus berlanjut, empat tahun ke depan hampir semua irigasi di NTB bisa berfungsi optimal. Ini bukan hanya soal pertanian, tapi soal kemandirian pangan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Selain membangun infrastruktur, Oplah juga menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan petani. Mereka kini lebih aktif merawat jaringan irigasi dan mengelola lahan secara mandiri. Gubernur berharap, program ini menjadi model revitalisasi pertanian berkelanjutan di NTB — yang tak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga sumber daya alam bagi generasi mendatang.

“Program Oplah harus menjadi gerakan bersama untuk membangun pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan,” pungkasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *