banner 728x250

Dua Jembatan Vital NTB Dikebut, Pemerintah Fokus Cegah Krisis Mobilitas dan Ekonomi Warga

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya mengejar target pembangunan, tetapi juga mengantisipasi potensi krisis mobilitas yang dapat menghambat aktivitas masyarakat. Hal ini terlihat dari percepatan perbaikan dua jembatan rusak yang selama ini menjadi akses utama warga di Bima dan Lombok Tengah.

Dua infrastruktur yang tengah diprioritaskan adalah Jembatan Doro O’o di Kabupaten Bima dan Jembatan Mekarsari di Kabupaten Lombok Tengah. Keduanya telah lama menjadi keluhan masyarakat karena kerusakan berat akibat banjir dalam dua tahun terakhir.

banner 325x300

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin, mengungkapkan bahwa pemerintah bergerak cepat karena kerusakan jembatan berpotensi memicu kemacetan ekonomi di tingkat lokal.

“Setiap banjir datang, air meluap ke pemukiman dan sawah warga. Dampaknya bukan hanya akses yang terputus, tapi juga distribusi hasil pertanian dan perikanan yang tersendat,” jelas Sadimin.

Doro O’o: Penghubung Ekonomi Dua Kecamatan

Jembatan Doro O’o, yang menghubungkan Kecamatan Langgudu dan Monta, sudah lama menjadi denyut pergerakan masyarakat pesisir dan petani. Dengan anggaran Rp6,298 miliar, progres fisik hingga awal November telah mencapai 35,61 persen.

Sedimentasi dan luapan air laut memperburuk kondisi jembatan setelah banjir besar tahun 2023. Warga harus memutar jauh saat kondisi jembatan tidak dapat dilalui, membuat biaya transportasi dan waktu tempuh meningkat.

“Harapan kami, setelah perbaikan selesai, aktivitas ekonomi warga kembali pulih,” kata Sadimin.

Mekarsari: Menopang Akses Wisata Mandalika

Sementara itu, Jembatan Mekarsari di Kecamatan Praya Barat memiliki peran strategis sebagai jalur wisata utama menuju destinasi unggulan seperti Selong Belanak dan Kuta Mandalika. Kerusakan akibat banjir 2024 membuat arus wisatawan terganggu.

Dengan anggaran Rp4 miliar, progres perbaikan telah mencapai 25,81 persen. Sadimin menegaskan bahwa jembatan ini menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan pariwisata prioritas.

“Konektivitas yang lancar adalah kunci. Wisatawan tidak hanya membutuhkan destinasi yang bagus, tetapi juga akses yang mudah,” ujarnya.

Pemerintah Berfokus Mencegah Kerugian Ekonomi

Percepatan pembangunan dua jembatan ini menegaskan komitmen Pemprov NTB dalam meminimalkan risiko kerugian ekonomi akibat terhambatnya transportasi barang, jasa, dan mobilitas warga.

Selain itu, pemerintah memastikan pengawasan ketat dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran agar proyek selesai sesuai waktu yang direncanakan.

Dengan kembalinya akses yang aman dan kokoh, konektivitas antarwilayah diharapkan semakin kuat dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *