investigasiindonesia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat mulai memanfaatkan momentum kunjungan wisatawan kapal pesiar sebagai strategi kebangkitan kembali kawasan Senggigi. Tidak hanya menyambut tamu mancanegara, Pemkab menempatkan Pasar Seni Senggigi sebagai panggung utama untuk menegaskan identitas budaya Lombok Barat kepada dunia.
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, mengatakan bahwa pada tahun 2026 daerahnya menargetkan seluruh penumpang kapal pesiar yang singgah dapat diarahkan menuju destinasi-destinasi unggulan, terutama Pasar Seni Senggigi. Menurutnya, pasar seni itu tidak hanya menjadi lokasi belanja, tetapi simbol hidupnya kreativitas masyarakat lokal.
“Tahun depan kita upayakan semua tamu kapal pesiar mengunjungi seluruh destinasi wisata di Lombok Barat, terutama Pasar Seni Senggigi,” ujar Bupati saat bertemu pelaku usaha di Pasar Seni Senggigi, Minggu (24/11).
Ia menekankan pentingnya koordinasi rute kunjungan yang disusun Dinas Pariwisata. Durasi waktu tunggu kapal akan menentukan seberapa jauh wisatawan dapat menjelajahi wilayah Lombok Barat. “Kalau waktu tunggunya panjang, mereka bisa sampai ke Senggigi. Kalau pendek, kunjungan hanya dilakukan di sekitar dermaga,” jelasnya.
Namun lebih dari sekadar kunjungan, Bupati melihat peluang besar untuk memperkuat branding pariwisata sekaligus meningkatkan pendapatan UMKM lokal. “Ini kesempatan untuk menunjukkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Lombok Barat. Pasar Seni Senggigi harus menjadi etalase budaya kita,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. Agus Gunawan, menuturkan bahwa Senggigi masih menjadi rute favorit wisatawan kapal pesiar karena menawarkan pengalaman autentik. Di Pasar Seni Senggigi, wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kerajinan khas, berinteraksi dengan perajin, hingga menikmati pertunjukan seni tradisional.
Pemkab Lobar juga sudah menyiapkan penyambutan terkurasi bersama para pelaku UMKM dan komunitas seni. Mulai dari stan berisi produk unggulan—tenun, gerabah, mutiara, hingga kerajinan kayu—hingga penampilan musik tradisional dan tari-tarian khas Sasak yang dipersiapkan untuk menyapa wisatawan sejak mereka tiba.
Dengan strategi ini, Pemkab berharap kunjungan kapal pesiar tidak hanya menjadi agenda singgah rutin, tetapi menjadi pintu masuk bagi kebangkitan Senggigi sebagai destinasi unggulan Lombok Barat.


















