banner 728x250

Lonjakan Bencana Ungkap Rapuhnya Infrastruktur NTB, 158 Ribu Warga Terdampak

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengungkap sisi lain dari maraknya bencana di wilayah tersebut yakni rapuhnya infrastruktur dasar yang memperburuk dampak bagi masyarakat. Sepanjang 1 Januari hingga 30 November 2025, total 186 kejadian bencana tercatat di NTB, didominasi bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, mengatakan bahwa tingginya angka banjir dan cuaca ekstrem menggambarkan betapa rentannya kualitas infrastruktur di sejumlah daerah. “Banjir mendominasi dengan 86 kejadian, disusul cuaca ekstrem 55 kejadian. Ini menunjukkan pentingnya penguatan infrastruktur pengendali banjir dan mitigasi cuaca ekstrem,” ujarnya, Senin (1/12).

banner 325x300

Selain banjir, NTB juga mengalami 14 kejadian tanah longsor, 2 gempa bumi, 2 gelombang pasang–abrasi, dan kekeringan yang melanda 9 kabupaten. Sementara itu, bencana non-alam seperti kebakaran permukiman mencapai 12 kasus, serta dua epidemi yang turut mengganggu stabilitas sosial masyarakat.

Infrastruktur Dasar Paling Terdampak

Rentetan bencana sepanjang tahun ini memicu kerusakan signifikan, terutama pada fasilitas publik dan jaringan vital. BPBD mencatat kerusakan pada:

78 fasilitas pendidikan

7 fasilitas kesehatan

19 rumah ibadah

31 perkantoran

21 jembatan

84 meter jalan

305 meter tanggul

547 meter jaringan irigasi

9 jaringan listrik dan 8 jaringan komunikasi

“Kerusakan infrastruktur ini memengaruhi aktivitas masyarakat hingga ke sektor ekonomi,” jelas Ahmadi.

Dampak Sosial Meluas, Ribuan Rumah Terendam

Tercatat 685 rumah rusak dan lebih dari 41 ribu rumah terendam banjir. Dari sisi korban, 16 orang meninggal dunia, 39 luka-luka, dan 5 warga masih dalam pencarian. Sementara itu, lebih dari 158 ribu jiwa terdampak langsung akibat intensitas bencana tahun ini.

Kerusakan pada lahan produktif juga cukup masif:

921 hektare sawah,

177 hektare tambak,

50 hektare kebun,

46 hektare hutan,
yang berdampak pada penurunan pendapatan warga.

Pemprov Soroti Kesiapsiagaan Daerah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan bahwa meningkatnya bencana tahun ini harus menjadi peringatan serius terhadap kapasitas daerah dalam menghadapi situasi ekstrem. “NTB merupakan wilayah rawan bencana. Kita harus memperkuat sistem peringatan dini, koordinasi lintas sektor, dan peran aktif masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan kemampuan SDM melalui pelatihan serta simulasi kebencanaan menjadi kunci mengurangi risiko di masa depan.

BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Ahmadi mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari BPBD dan BMKG. “Ini penting untuk mengantisipasi kerugian lebih besar. Tetap waspada, jaga kesehatan, dan pastikan

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *