investigasiindonesia.com — Pemerintah Provinsi NTB semakin memperluas peran koperasi desa sebagai pusat layanan publik menyusul diluncurkannya Pelaksanaan Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Langkah ini tidak hanya memudahkan masyarakat membayar pajak, tetapi juga menandai transformasi koperasi sebagai kanal layanan finansial yang lebih modern dan dekat dengan warga.
Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri, yang hadir sekaligus menjadi narasumber dalam rapat pelaksanaan program tersebut, menegaskan bahwa keterlibatan koperasi menjadi strategi penting untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif di tingkat akar rumput.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari implementasi Program Gubernur NTB ‘Desa Sadar Pajak’, yang menargetkan perluasan akses pembayaran PKB hingga ke desa dan kelurahan melalui koperasi yang telah memiliki jaringan kuat di masyarakat.
“Dengan hadirnya layanan pembayaran PKB di koperasi, masyarakat semakin dimudahkan, dan koperasi pun memperoleh nilai tambah dalam pelayanan. Ini bagian dari upaya membangun tata kelola ekonomi daerah yang inklusif dan optimal,” kata Masyhuri.
Ia juga menekankan bahwa Koperasi Merah Putih kini memegang peran ganda: sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus mitra pemerintah dalam memberikan layanan publik strategis, termasuk mendorong peningkatan kesadaran pajak masyarakat.
Acara tersebut turut dihadiri Kabid Fasilitasi Pembiayaan Simpan Pinjam (FPSP) Baiq Ayu Juita Mayasari, PLt Kepala Bappenda NTB, perwakilan Bank NTB Syariah, Bank Mandiri, NGO SKALA, PMO, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, pemerintah berharap pembayaran PKB dapat dijangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah. Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi garda terdepan fasilitasi wajib pajak, sekaligus pendorong peningkatan pendapatan daerah untuk pembangunan NTB.
“Kehadiran layanan ini bukan sekadar kemudahan, tapi kontribusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Masyhuri.


















