investigasiindonesia.com – Ekosistem kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin menunjukkan kesiapan nyata. Peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center pertama di area parkir timur Lombok Epicentrum Mall (LEM), Jumat (12/12), menjadi penanda keseriusan daerah ini dalam menghadapi pertumbuhan pengguna Electric Vehicle (EV), khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menilai kehadiran SPKLU Center ini bukan sekadar simbol transisi energi, tetapi jawaban konkret atas kebutuhan masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan listrik. Infrastruktur ini, kata dia, akan memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna EV saat mobilitas meningkat.
“Biasanya mendekati Natal dan Tahun Baru, traffic kendaraan meningkat. Alhamdulillah NTB sudah berada di depan untuk mengantisipasi itu,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Arsyadany menegaskan kendaraan listrik menawarkan efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Ia mencontohkan, jarak tempuh 12 kilometer dengan kendaraan konvensional membutuhkan sekitar satu liter BBM seharga Rp12 ribu, sementara mobil listrik hanya memerlukan sekitar Rp2.000 atau dua kilowatt hour (kWh).
“Artinya, kendaraan listrik jauh lebih hemat dan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain efisiensi biaya, penggunaan EV juga berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan dengan menekan emisi dan polusi udara. Namun, Arsyadany mengingatkan bahwa pengembangan SPKLU tidak bisa hanya mengandalkan PLN semata, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin, yang menegaskan bahwa pembangunan energi di NTB ke depan harus bertumpu pada energi baru terbarukan. Menurutnya, energi listrik menjadi pilar penting dalam upaya tersebut.
“Komitmen pemerintah provinsi sudah klir. NTB menargetkan Net Zero Emission pada 2050, sepuluh tahun lebih cepat dari target nasional,” jelas Samsudin.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan PLN dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat, sejalan dengan arahan gubernur agar NTB menjadi daerah terdepan dalam pengembangan energi bersih.
Sementara itu, Tenant Coordinator Manager Lombok Epicentrum Mall, Dadit Ujayana, menyambut positif kehadiran SPKLU Center sebagai bentuk sinergi bisnis dan pelayanan publik. Fasilitas ini dinilai akan memberikan nilai tambah bagi pengunjung mal.
“Ini memudahkan customer Lombok Epicentrum Mall untuk mengisi daya baterai mobil listriknya dengan baik,” ujar Dadit.
Sebagai pusat perbelanjaan, LEM juga terus memperkuat perannya dalam pelayanan publik, mulai dari kehadiran SIM Corner hingga layanan imigrasi. Dengan dukungan fasilitas dan event nasional maupun lokal, LEM berharap dapat menjadi ruang publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern, termasuk pengguna kendaraan listrik.


















