investigasiindonesia.com – Seorang buruh bernama Muzakki ditemukan meninggal dunia di selokan dekat Pasar Ikan Sigerongan, Lombok Barat (Lobar), Sabtu pagi (14/12) sekitar pukul 06.00 Wita. Peristiwa ini kembali menyoroti risiko keselamatan berkendara di pagi hari, terutama pada ruas jalan dengan penerangan terbatas.
Kapolsek Lingsar Iptu Herwin Jonathan Nababan membenarkan adanya penemuan tersebut. Jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Ahaf yang saat itu tengah mengambil rumput di sekitar lokasi. Ia melihat korban tergeletak di dalam selokan dan segera meminta bantuan warga Dusun Embungpas Timur, Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar.
Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Lingsar. Petugas langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Mataram untuk melakukan penanganan dan identifikasi awal di lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan sepeda motor korban berada tidak jauh dari posisi jasad. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan pada bagian bodi kiri, termasuk spakbor yang hancur. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal.
“Korban mengalami luka robek di kepala sebelah kanan sedalam sekitar empat sentimeter akibat benturan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Herwin. Polisi memastikan peristiwa tersebut bukan tindak kriminal.
Pihak kepolisian sempat berkoordinasi dengan keluarga korban terkait rencana otopsi untuk memastikan penyebab kematian. Namun, keluarga menolak dan menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani pihak keluarga.
Kapolsek Lingsar menegaskan bahwa seluruh proses penanganan berjalan aman dan kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, khususnya pada pagi hari.
“Pagi hari dengan kondisi jalan dan penerangan yang terbatas memiliki risiko tinggi. Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati demi keselamatan,” pungkasnya.


















