banner 728x250
Berita  

DPRD Kota Mataram Perkuat Fondasi Regulasi, SDM Kesehatan Jadi Penopang Layanan Publik 2026

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Di tengah tantangan fiskal yang diproyeksikan semakin ketat pada 2026, DPRD Kota Mataram terus mendorong penguatan fondasi regulasi sektor pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang terus dilakukan lembaga pendidikan, salah satunya STIKES HAMZAR.

Momentum penguatan SDM kesehatan tercermin dalam Wisuda dan Pengambilan Sumpah Profesi STIKES HAMZAR yang digelar khidmat di Mataram, Senin (22/12). Sebanyak 126 lulusan resmi dikukuhkan dan diambil sumpah profesinya, terdiri dari 105 lulusan Profesi Bidan, 14 Profesi Ners, 4 Sarjana Ilmu Keperawatan, dan 3 Sarjana Pendidikan Bidan.

banner 325x300

Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat, TGH Hazmi Hamzar, menegaskan bahwa ketersediaan tenaga kesehatan profesional menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan daerah. Hal ini, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari dukungan kebijakan dan regulasi yang berpihak pada penguatan layanan dasar masyarakat.

“Di tengah keterbatasan fiskal, daerah membutuhkan SDM kesehatan yang siap kerja, profesional, dan berorientasi pelayanan. Inilah kontribusi nyata perguruan tinggi kesehatan dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, STIKES HAMZAR bahkan melaksanakan wisuda dua kali setahun sebagai respons atas tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di NTB. Jika hanya satu kali wisuda, kebutuhan tenaga kesehatan dikhawatirkan tidak akan terpenuhi secara optimal.

Lebih jauh, TGH Hazmi menekankan bahwa kompetensi teknis harus dibarengi pendekatan humanis. Tenaga kesehatan dituntut mampu berkomunikasi, berempati, dan memahami kondisi pasien secara menyeluruh, terutama dalam pelayanan ibu hamil dan penanganan stunting di tingkat desa.

Sejalan dengan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, menekankan bahwa paradigma pendidikan tinggi harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Memasuki era industri 4.0 dan society 5.0, penguasaan sains, teknologi, riset, dan inovasi menjadi keharusan, termasuk di sektor kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr H Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM kesehatan akan menjadi kekuatan utama daerah dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ke depan, termasuk upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Dengan semakin kuatnya regulasi yang dibangun DPRD Kota Mataram serta dukungan SDM kesehatan yang mumpuni, diharapkan pelayanan kesehatan tetap optimal meski daerah menghadapi tekanan fiskal pada 2026. Sinergi kebijakan dan kualitas tenaga kesehatan dinilai menjadi kunci keberlanjutan layanan publik bagi masyarakat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *