banner 728x250
Berita  

Tak Sekadar Mengejar Hunian, Hotel di Gili Tramena Perkuat Pengalaman Wisatawan Saat Nataru

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Penurunan tingkat okupansi hotel dan resort di kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air (Tramena) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini mendorong pelaku usaha pariwisata untuk mengubah strategi. Alih-alih hanya berfokus pada angka hunian, pengelola hotel kini lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan.

Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB, Lalu Kusnawan, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi lonjakan kunjungan harian hingga 60–70 persen menjelang puncak libur, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode Nataru tahun lalu. Secara keseluruhan, okupansi hotel di tiga gili tercatat turun sekitar 20 persen.

banner 325x300

“Situasi ini kami sikapi dengan inovasi, terutama melalui paket menginap yang tidak hanya menawarkan kamar, tetapi juga pengalaman,” ujar Kusnawan.

Beragam paket disiapkan, mulai dari menginap dengan jamuan makan malam, hiburan musik, acara tematik, hingga pesta malam pergantian tahun. Strategi ini dinilai efektif untuk mendorong wisatawan tinggal lebih lama sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Menurut Kusnawan, pengalaman liburan yang berkesan menjadi kunci agar Gili Tramena tetap kompetitif sebagai destinasi unggulan. “Wisatawan yang puas akan kembali dan merekomendasikan kepada orang lain,” katanya.

Pendekatan serupa dilakukan pengelola resort di Gili Air. General Manager Vyaana Gili Air, Lyly Mac Donald, menyebutkan bahwa awal Desember relatif lebih sepi dibandingkan tahun lalu. Namun, peningkatan pergerakan tamu mulai terlihat signifikan setelah 22 Desember.

“Fastboat dari Bali tetap beroperasi normal dan tidak ada pembatalan. Ini menjadi sinyal positif menjelang puncak tahun baru,” jelas Lyly.

Memanfaatkan periode low season sebelumnya, pihak resort melakukan perawatan menyeluruh dan pembaruan fasilitas kamar. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan tamu tetap terjaga.

“Usia resort kami memang sudah 10 tahun, tapi kami berkomitmen menjaga fasilitas tetap prima dan representatif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budi Astuti, membenarkan adanya penurunan kunjungan wisatawan selama libur Nataru tahun ini. Berdasarkan koordinasi dengan pihak hotel, tingkat hunian pada 20 Desember tahun ini berada di kisaran 50 persen, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 80 persen.

Dende menyebutkan sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, antara lain bencana alam di beberapa wilayah seperti Sumatra dan Bali, cuaca ekstrem hidrometeorologis, serta perubahan pola musim yang berdampak pada rencana perjalanan wisatawan.

Meski demikian, optimisme tetap terjaga. Tren pemesanan kamar menunjukkan peningkatan menjelang malam pergantian tahun, menandakan bahwa Gili Tramena masih menjadi magnet utama bagi wisatawan yang ingin merayakan tahun baru di kawasan eksotis Lombok Utara.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *