banner 728x250
Berita  

Gili Mas Ukir Tonggak Baru, Kapal Pesiar Terbesar Dunia Buka Peluang Ekonomi NTB

banner 120x600
banner 468x60

investigasiindonesia.com – Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, menorehkan sejarah penting di awal 2026 dengan bersandarnya Ovation of the Seas, kapal pesiar raksasa milik Royal Caribbean. Kapal berbendera Bahamas itu menjadi kapal pesiar terbesar yang pernah masuk ke Indonesia, sekaligus kapal pertama yang singgah di Lombok pada tahun ini, Jumat (2/1).

Dengan membawa sekitar 4.600 penumpang dan 1.500 kru, kedatangan Ovation of the Seas menandai babak baru bagi kesiapan infrastruktur maritim NTB. Dermaga Gili Mas sepanjang 440 meter terbukti mampu melayani kapal berukuran jumbo dengan panjang mencapai 350 meter.

banner 325x300

General Manager Pelindo Lembar Kunto Wibisono menegaskan, keberhasilan sandarnya kapal tersebut menunjukkan bahwa Pelabuhan Gili Mas telah berada pada standar internasional.
“Ini bukan hanya kapal terbesar yang pernah masuk ke Lombok, tapi juga terbesar di Indonesia. Dari sisi teknis dan keselamatan, Gili Mas sangat siap,” ujarnya.

Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi pergerakan ekonomi lokal, mulai dari transportasi, pemandu wisata, hingga pelaku UMKM. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana memaksimalkan waktu kunjungan wisatawan kapal pesiar agar dampak ekonominya lebih luas.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut kedatangan kapal pesiar raksasa tersebut sebagai sinyal positif bagi kebangkitan pariwisata NTB, meski masih dibayangi keterbatasan fasilitas pendukung.
“Masalah kita bukan promosi, tetapi kesiapan atraksi dan akomodasi. Wisatawan kapal pesiar jumlahnya ribuan dan datang bersamaan,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar kapal pesiar yang singgah di Lombok masih bersifat short visit, hanya beberapa jam sebelum kembali berlayar. Jarak tempuh destinasi unggulan seperti Senggigi, Mataram, dan Mandalika yang mencapai satu hingga satu setengah jam, membuat waktu efektif wisatawan di darat berkisar 6–12 jam.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia menambahkan, wisatawan kapal pesiar cenderung mencari pengalaman singkat namun berkesan.
“Mereka ingin pengalaman yang unik, cepat, dan berbeda. Kalau kesannya kuat, mereka bisa kembali atau bahkan menginap,” ujarnya.

Saat ini, destinasi yang paling sering dipilih wisatawan kapal pesiar antara lain Senggigi, Narmada, Sekotong, serta beberapa gili di Lombok Barat. Faktor efisiensi waktu menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan lokasi kunjungan.

Untuk tahun 2026, Pelindo mencatat 25 kapal pesiar telah melakukan booking sandar di Gili Mas, meningkat dibandingkan 2025 sebanyak 24 kapal dengan sekitar 85 ribu penumpang. Pada 2024, realisasi kunjungan mencapai 28 kapal dengan 77 ribu penumpang.

Kunto menyebut musim kunjungan kapal pesiar akan padat hingga Juni, kemudian menurun pada Juli–Oktober, sebelum kembali ramai di akhir tahun.
“Rata-rata kapal sandar sekitar 12 jam. Tahun lalu ada dua kapal yang stay overnight. Ini yang ingin terus kita dorong,” katanya.

Dengan infrastruktur yang kian matang, Pelabuhan Gili Mas kini tidak hanya menjadi gerbang laut NTB, tetapi juga tumpuan harapan agar Lombok mampu naik kelas sebagai destinasi kapal pesiar dunia.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *