investigasiindonesia.com — Iklim investasi yang kondusif dan penguatan layanan perizinan menjadi faktor utama melonjaknya realisasi investasi di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sepanjang 2025. Hingga akhir triwulan III, nilai investasi yang tercatat telah mencapai Rp941 miliar dan berpeluang menembus angka Rp1 triliun setelah akumulasi laporan triwulan IV.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Naker-PMPTSP) KLU, Evi Winarmi, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kemudahan berusaha di daerah. Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memastikan pelayanan perizinan berjalan cepat, transparan, dan memberi kepastian hukum.
“Per triwulan III 2025, realisasi investasi sudah mencapai Rp941 miliar. Kami optimistis masih ada tambahan dari laporan triwulan IV yang masuk awal Januari 2026,” ujar Evi, Sabtu (3/1).
Meski data resmi triwulan IV belum terinput dalam sistem nasional, Evi menilai aktivitas investasi hingga akhir tahun tetap stabil. Sektor pariwisata masih menjadi lokomotif utama, ditopang oleh sektor pendukung seperti akomodasi, jasa, dan konstruksi yang terus berkembang di KLU.
“Pariwisata masih menjadi magnet investasi. Selama sektor ini bergerak, kami yakin minat investor ke Lombok Utara tetap terjaga,” katanya.
Ia menjelaskan, kepastian angka realisasi investasi tahun 2025 baru akan diketahui setelah masa pelaporan triwulan IV dibuka pada 1–10 Januari 2026. Mekanisme ini mengikuti ketentuan pelaporan investasi secara nasional.
Di sisi lain, Evi mengakui target investasi daerah menghadapi tantangan seiring meningkatnya target di tingkat Provinsi NTB. Kenaikan tersebut berdampak langsung pada pembagian target ke kabupaten/kota, termasuk Lombok Utara yang dalam RPJMD menargetkan investasi sebesar Rp1,2 triliun.
“Kenaikan target provinsi otomatis meningkatkan target kabupaten. Ini tantangan, tapi juga peluang untuk terus berbenah,” ungkapnya.
Ke depan, DPMPTSP KLU berkomitmen tidak hanya mengejar besaran investasi, tetapi juga memastikan investasi yang masuk mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja.
“Kami ingin investasi yang masuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan menumbuhkan ekonomi daerah,” pungkas Evi.


















