investigasiindonesia.com – PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan pasokan energi di Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap terjaga selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur nasional. Melalui skema penyaluran fakultatif, Pertamina mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan mobilitas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa seluruh infrastruktur energi di NTB berada dalam kondisi siaga. Mulai dari terminal BBM, SPBU, agen, hingga pangkalan elpiji telah dipastikan siap beroperasi. “Stok BBM dan elpiji di NTB dipastikan aman dan mencukupi,” ujarnya.
Menurut Pertamina, elpiji menjadi komoditas yang paling banyak diburu saat HBKN dan libur panjang. Untuk itu, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan lebih dari 50 persen dari rata-rata penyaluran harian, atau sekitar 88.920 tabung elpiji, guna mencegah kekosongan di pangkalan.
Selain elpiji, layanan BBM juga menjadi fokus utama. Pertamina menerapkan strategi build up stock dengan menambah cadangan di setiap SPBU sesuai kebutuhan wilayah. Pengecekan sarana dan fasilitas dilakukan secara intensif, termasuk aspek Quantity and Quality (QQ), agar masyarakat mendapatkan BBM sesuai standar.
Di tengah kesiapan pasokan tersebut, Pertamina mengimbau masyarakat NTB untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. “Kami juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan yang beredar di media sosial,” kata Ahad.
Ia juga mengajak masyarakat yang mampu untuk menggunakan elpiji non-subsidi seperti Bright Gas, agar elpiji 3 kilogram tetap tersedia bagi kelompok yang benar-benar berhak.


















