investigasiindonesia.com – Pemkab Lombok Barat menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi bencana banjir susulan dan angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah, Selasa (20/1). Pemerintah daerah langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dengan mencairkan Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 30 miliar yang telah dialokasikan tahun ini.
Bencana puting beliung dilaporkan menerjang beberapa desa, di antaranya Desa Buwun Mas, Desa Persiapan Empol, dan Desa Sekotong Barat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, belasan rumah warga mengalami kerusakan, mayoritas pada bagian atap. Seorang warga dilaporkan mengalami luka-luka.
Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan hujan disertai angin kencang merusak rumah-rumah warga di Dusun Sepi. “Sementara 10 unit rumah sudah masuk laporan, kebanyakan atapnya diterbangkan angin. Tujuh rusak ringan dan tiga rusak berat,” ujarnya.
Di wilayah Sekotong Barat, angin puting beliung juga merusak dua rumah dan satu kios di Dusun Gunung Ketapang. Kepala Desa Sekotong Barat, H. Saharudin, menyampaikan bahwa satu warga mengalami luka-luka. Selain itu, banjir merendam sekitar 50 rumah di Dusun Pandanan Bersemi sejak Senin malam hingga Selasa pagi.
Camat Sekotong, Andi Purnawan, memastikan pihaknya telah melaporkan seluruh kejadian ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk penanganan lebih lanjut. “Kami sudah berkoordinasi dengan OPD, saat ini pendataan masih terus dilakukan di lapangan,” katanya.
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menegaskan bahwa anggaran BTT memang disiapkan untuk situasi darurat seperti ini. “Sudah kita langsung gunakan. Inilah fungsi BTT, agar pemerintah bisa bergerak cepat saat bencana terjadi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya validasi informasi sebelum penyaluran bantuan, agar penanganan tepat sasaran dan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.


















