investigasiindonesia.com – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tidak hanya memastikan ketersediaan stok elpiji, tetapi juga memperketat pengawasan distribusi agar tepat sasaran. Hal ini ditegaskan Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat melakukan inspeksi ke SPPBE PT Om Agus, Rabu (4/2).
Bupati LAZ menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan Pertamina dan Hiswana Migas, stok elpiji di wilayah Lobar berada dalam kondisi aman. Bahkan, telah disiapkan buffer stock untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, stok aman. Pertamina juga sudah menyiapkan buffer stock agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya pengawasan distribusi hingga ke tingkat bawah guna mencegah potensi penyimpangan dan kelangkaan di masyarakat. Ia berencana segera menggelar rapat koordinasi bersama para camat dan kepala desa.
“Penting bagi kita memastikan elpiji ini sampai ke tangan yang berhak. Saya akan instruksikan camat dan desa untuk terus memantau distribusi di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pola konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri relatif mudah diprediksi berdasarkan data beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, langkah antisipasi telah disiapkan jauh-jauh hari oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Operasional SPPBE PT Om Agus, I Wayan Agus Kartika, mengungkapkan bahwa pihaknya menyalurkan rata-rata 50 ton elpiji per hari untuk wilayah Lombok Barat. Menjelang Ramadan, volume tersebut dipastikan meningkat.
“Biasanya ada tambahan sekitar 26 ton dari Pertamina, sehingga penyaluran bisa mencapai 76 ton per hari. Kami juga memiliki cadangan stok untuk dua hari ke depan,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Pertamina. Marketing Support Pertamina Retail NTB, Jorgix Dwi Wantara, memastikan stok elpiji di NTB, khususnya Lombok Barat, dalam kondisi aman.
“Kami menyiapkan tambahan 50 persen bahkan hingga 100 persen untuk seluruh SPPBE di Lobar dan NTB guna memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri,” tandasnya.
Dengan langkah antisipasi dan pengawasan yang diperketat, Pemkab Lobar berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan elpij


















