investigasiindonesia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus memacu penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya strategis melindungi ekonomi rakyat dari dominasi perusahaan besar dalam rantai pasok komoditas.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, koperasi harus menjadi instrumen utama agar nilai tambah hasil produksi tidak bocor keluar desa. Hal tersebut disampaikannya saat penyerahan dana pembinaan Bank Mandiri kepada 10 KDKMP percontohan di KDKMP Syariah Semoyang, Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/2/2026).
Menurut Miq Iqbal, koperasi bukan sekadar wadah usaha bersama, tetapi juga benteng ekonomi yang menjamin distribusi manfaat pembangunan lebih merata hingga ke tingkat desa.
“Koperasi Merah Putih harus hadir memastikan hasil kerja masyarakat desa kembali ke desa, bukan berhenti di tangan segelintir pihak,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Pemprov NTB menargetkan KDKMP mampu menjadi penggerak utama kemandirian desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.


















