investigasiindonesia.com – Pendekatan preventif menjadi pilihan utama Pemerintah Desa (Pemdes) Golong dalam menekan potensi balap liar di wilayahnya. Tak sekadar imbauan, patroli subuh kini dijadikan strategi rutin untuk memastikan keamanan desa tetap terjaga.
Sejak pagi buta, Kepala Desa Golong, M. Zainuddin, turun langsung memimpin patroli bersama tim desa. Langkah ini disebut sebagai bentuk keseriusan pemerintah desa dalam mencegah gangguan ketertiban yang kerap muncul pada waktu dini hari.
”Insya Allah aman, tidak seperti tahun lalu,” ujar Zainuddin optimistis.
Patroli tersebut melibatkan empat unsur utama desa, yakni Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, dan para kepala dusun. Sinergi lintas unsur ini dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak oknum remaja yang kerap memanfaatkan ruas jalan tertentu sebagai arena balapan liar.
Tim menyisir sejumlah titik rawan yang sebelumnya sering dijadikan lokasi balap. Selain pemantauan, pendekatan persuasif juga dilakukan dengan memberikan imbauan langsung kepada para remaja yang masih berkumpul hingga larut malam.
Menurut Zainuddin, langkah preventif ini bukan hanya untuk menekan aksi balap liar, tetapi juga menjaga kenyamanan warga. Aktivitas balapan di jalan umum dinilai membahayakan pengguna jalan serta memicu keresahan akibat kebisingan.
”Kami ingin menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Ini komitmen bersama, bukan hanya pemerintah desa, tapi semua unsur,” tegasnya.
Peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa disebut menjadi penguat dari sisi keamanan sekaligus pembinaan. Sementara Linmas dan kepala dusun berfungsi sebagai detektor awal potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Langkah proaktif ini mendapat respons positif dari warga. Mereka berharap patroli rutin tetap digelar, khususnya pada akhir pekan atau momentum tertentu yang berpotensi meningkatkan aktivitas balap liar.
Pemdes Golong juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan. Orang tua diimbau untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari. Edukasi dan pengawasan di rumah dinilai sebagai fondasi pencegahan jangka panjang agar fenomena balap liar tidak kembali mencuat di desa tersebut.


















