investigasiindonesia.com – Dinamika politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) kian menghangat pasca penunjukan Lalu Budi Suryata sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI NTB. Namun, kubu banteng menegaskan tetap fokus pada penguatan internal dan konsolidasi hingga akar rumput.
Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) NTB, Hakam Ali Niazi, memastikan partainya tidak terusik dengan langkah politik mantan kadernya tersebut. Ia menegaskan, kekuatan PDIP terletak pada ideologi dan sistem organisasi yang sudah terbangun kuat.
“PDIP tidak khawatir sama sekali. Kami punya garis ideologi dan organisasi yang jelas,” ujar Hakam, Rabu (26/2).
Penegasan itu disampaikan menyusul ditunjuknya Lalu Budi Suryata memimpin DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB. Lalu Budi bukan nama baru di panggung politik NTB. Ia pernah menjadi sekretaris DPD PDIP NTB serta menduduki jabatan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa dan anggota DPRD NTB.
Namun menurut Hakam, kepindahan tersebut tidak akan memicu efek domino di internal partai. Ia menilai, Lalu Budi sudah lama tidak menjadi bagian dari PDIP setelah dipecat oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pada Desember 2024.
“Di partai dia tidak punya basis massa dan networking yang kuat. Artinya tidak mengakar,” tegasnya.
Konsolidasi Hingga PAC
Alih-alih merespons dengan kekhawatiran, PDIP NTB justru mengintensifkan konsolidasi struktur. Salah satunya melalui pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dipimpin langsung Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat.
Dari total 117 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-NTB, hanya tujuh kecamatan yang belum menggelar Musancab karena kendala cuaca dan belum terpenuhinya kuorum.
“Selama konsolidasi di tingkat PAC tidak ada gejolak. Artinya kader solid,” ujar Hakam.
Ia juga mengakui adanya upaya pendekatan terhadap sejumlah kader PDIP di Sumbawa untuk bergabung ke PSI dengan iming-iming jabatan struktural. Namun, ia optimistis kader tetap berpegang pada garis ideologi partai.
PSI Finalisasi Struktur
Di sisi lain, Lalu Budi Suryata memilih fokus menyusun kekuatan baru. Ia menyatakan proses finalisasi struktur DPW PSI NTB hampir rampung dan segera diajukan ke DPP untuk mendapatkan surat keputusan (SK) definitif.
“Karena sebelum menjadi definitif, kepengurusan dan struktur DPW harus tuntas dulu,” jelasnya.
Sebagai politisi berpengalaman, ia tidak menutup kemungkinan merangkul figur-figur potensial, termasuk dari partai lain, guna memperkuat PSI di NTB. Setelah SK definitif terbit, DPW PSI NTB menargetkan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada akhir April, dilanjutkan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di 10 kabupaten/kota pada Juli mendatang.
Agenda tersebut, menurutnya, menjadi fondasi memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput.
Dengan dua partai sama-sama memperkuat barisan, peta politik NTB ke depan diprediksi semakin dinamis. PDIP mengandalkan soliditas ideologis dan struktur lama yang mapan, sementara PSI bertumpu pada pembentukan struktur baru dan konsolidasi cepat untuk memperluas pengaruh.


















