banner 728x250
Berita  

Vaksin Jadi “Tiket Wajib” Haji 2026, Ribuan CJH NTB Dikejar Tuntas Sebelum Terbang

banner 120x600
banner 468x60

Investigasiindonesia.com — Menjelang musim haji 2026/1447 Hijriah, ribuan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tak hanya disibukkan dengan persiapan ibadah, tetapi juga “berpacu” memenuhi syarat kesehatan ketat dari Pemerintah Arab Saudi. Vaksinasi kini menjadi penentu utama: tanpa itu, keberangkatan bisa tertunda.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, HL Hamzi Fikri, menegaskan bahwa vaksinasi bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak yang harus dipenuhi seluruh jamaah sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci.

banner 325x300

“Vaksinasi menjadi salah satu syarat utama. Semua jamaah harus sudah divaksin sebelum berangkat,” tegasnya, Senin (20/4).

Ada tiga jenis vaksin yang menjadi perhatian. Vaksin Meningitis Meningokokus (MM) dan polio bersifat wajib, sementara vaksin Covid-19 minimal dua dosis menjadi syarat tambahan. Ketiganya kini tengah dikejar penyelesaiannya oleh pemerintah daerah.

Dari total 5.798 CJH NTB yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter), progres vaksinasi menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Sebanyak 96,50 persen jamaah telah menerima vaksin meningitis, 95,66 persen vaksin polio, dan 91,54 persen vaksin Covid-19. Meski demikian, sisa yang belum tervaksin masih menjadi perhatian serius.

“Ini belum selesai. Kami pastikan 100 persen jamaah harus sudah divaksin sebelum keberangkatan,” ujar Hamzi.

Distribusi vaksin disebut masih aman. Proses penyuntikan dilakukan di puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan. Sementara bagi jamaah yang belum mendapatkan vaksin Covid-19, fasilitas vaksinasi disiapkan hingga di asrama haji menjelang keberangkatan.

Namun, tantangan tak berhenti pada vaksinasi. Pemerintah Arab Saudi juga memberlakukan “filter kesehatan” ketat. Ketua Tim Kerja 4 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram, dr Ferry Wardhana, mengungkapkan ada tujuh kategori penyakit yang otomatis menggugurkan keberangkatan jamaah.

Penyakit tersebut meliputi jantung berat, gagal ginjal tahap akhir, gangguan mental berat, kanker stadium lanjut, TBC aktif, penyakit infeksi menular seperti campak, serta kondisi kesehatan yang tidak stabil.

“Semua jamaah harus dalam kondisi stabil, layak terbang, dan mampu menjalankan ibadah secara normal,” jelasnya.

Dengan waktu yang terus berjalan, Pemprov NTB kini berpacu memastikan tak ada satu pun jamaah yang tertinggal hanya karena persoalan kesehatan. Targetnya jelas: seluruh CJH berangkat dalam kondisi prima, tanpa risiko, dan siap menunaikan ibadah haji dengan aman.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *