banner 728x250
Berita  

Wajah Perbatasan Terabaikan, Warga Tagih Janji Penataan dan Akses Jalan di Pusuk Lestari

banner 120x600
banner 468x60

Investigasiindonesia.com – Penataan kawasan Gerung di era kepemimpinan Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Nurul Adha menuai apresiasi. Namun di balik itu, muncul suara dari wilayah pinggiran yang merasa belum tersentuh pembangunan secara merata, terutama di kawasan perbatasan.

Sorotan datang dari Desa Pusuk Lestari, pintu masuk strategis Lobar yang berbatasan langsung dengan Lombok Utara. Kondisi gapura perbatasan di wilayah ini kini memprihatinkan—kumuh, usang, dan nyaris roboh.

banner 325x300

Kepala Desa Pusuk Lestari, Junaidi, menilai gapura tersebut bukan sekadar bangunan biasa, melainkan wajah pertama yang dilihat wisatawan saat memasuki wilayah Lobar. Lokasinya yang dekat dengan destinasi wisata Monkey Forest menjadikannya titik singgah favorit, bahkan kerap dijadikan spot foto oleh wisatawan.

“Ini pintu masuk kabupaten, wajah daerah. Banyak wisatawan lewat dan berhenti di sini,” ujarnya.

Ironisnya, sejak terdampak gempa 2018, kondisi gapura terus memburuk tanpa perbaikan berarti. Beberapa bagian konstruksi dilaporkan sudah lepas, bahkan berpotensi membahayakan pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Pemerintah desa mengaku sudah berulang kali mengirimkan surat permohonan perbaikan sejak 2018. Namun hingga 2026, belum ada respons konkret dari pemerintah daerah. Junaidi pun menyayangkan lambannya penanganan fasilitas publik yang dinilai krusial bagi keselamatan.

“Ini bukan hanya soal estetika, tapi keselamatan. Kami khawatir kalau dibiarkan terus, bisa menelan korban,” tegasnya.

Tak hanya soal gapura, warga juga kembali menagih janji pembangunan jalan penghubung dari Pusuk Lestari menuju kawasan wisata Senggigi. Jalur tersebut dinilai sebagai kunci membuka isolasi wilayah sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga.

Selama ini, akses menuju pusat pemerintahan dari desa tersebut tergolong sulit karena berada di kawasan hutan. Kehadiran jalan baru diyakini akan mempercepat distribusi hasil pertanian serta meningkatkan kunjungan wisata.

“Kalau jalan Pusuk–Senggigi ini terwujud, dampaknya besar. Pertanian hidup, pariwisata bergerak, ekonomi warga pasti ikut naik,” tambah Junaidi.

Warga berharap pemerintah kabupaten tidak hanya fokus pada penataan pusat kota, tetapi juga memperhatikan kawasan perbatasan yang memiliki potensi strategis. Perbaikan gapura dan pembukaan akses jalan dinilai sebagai langkah konkret untuk mendorong pemerataan pembangunan di Lombok Barat

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *